Aku, Sepi,dan
RinduIni aku yang menadah langit dengan kedua tanganku
yang terbelenggu bisu,
dan inilah kenyataan menerjemahkan sosok kekerdilan hadirku,
di pelupuk langit dan kisi-kisi rotasi waktu.
Serentang masa yang menggulirkan ada akan ketika,
di hadapku dan menguasai dudukku.
Pengembaraan imajiner menembus palung rasa,
yang memerahkan mataku.
Dan akulah penyendiri busuk yang dikutuk jaman sejak lahir
dan menatap tanpa nyata,
berlarian mengeja langkah,
menghela setiap nafas ketidak akuanku akan makna ada.
Hanya setiap denting yang lalu lalang menerobos beranda telingaku,
meyakinkan sebait rindu akan selaksa rasa mengindahkan senja,
tempat dimana aku bertelekan nipah menunggu malam,
menyerta ketiadaan tatap hingga aku merasa sama.

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact