PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER DALAM SISTEM
PERBANKAN
Dewasa ini Teknologi semakin hari, semakin berkembang secara pesat.
Banyak teknologi yang berawal dari inovasi baru, atau modifikasi dari teknologi
yang sudah ada. Dengan adanya teknologi baru ini, tentunya diharapkan manusia
dapat melakukan aktifitas lebih efisien dari sebelumnya.Salah satu Teknologi
yang selalu berkembang dari jaman ke jaman adalah Teknologi Komputer.Teknologi komputer
banyak diterapkan diberbagai bidang,Salah satunya dalam dunia perbankan, yaitu terlihat dari semakin
majunya teknologi di dunia transaksi perbankanpun mulai mengunakan teknologi
berbasis komputer untuk mempermudah transaksi dengan nasabah.
Di kota-kota besar, kita dapat memastikan
kebanyakan orang telah mempunyai rekening di bank. Rekening yang bisa berupa
tabungan, rekening koran, giro, ataupun deposito. Tapi melakukan transaksi di
kantor bank terkadang memakan waktu cukup lama terutama harus antri menunggu
giliran. Tidak jarang karena kesal dan tidak sabar menunggu dilayani sehingga
memanfaatkan cara lain yaitu seperti menggunakan ATM (anjungan tunai mandiri)
bank yang tersebar di beberapa tempat. Namun terkadang seseorang bisa bertambah
kesal karena di depan ATM ternyata terdapat barisan orang yang mengantri pula.
Maka dari itu dalam dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat
para perusahaan mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai
unsur utama dalam proses inovasi produk dan jasa seperti : pelayanan electronic
transaction (e-banking) melalui ATM, phone banking dan Internet Banking yaitu teknologi
Informasi dan Komunikasi dengan diterapkannya transaksi perbankan lewat
internet misalnya. Semua itu,merupakan bentuk-bentuk baru dari pelayanan bank
yang mengubah pelayanan transaksi manual menjadi pelayanan transaksi yang
berdasarkan teknologi.
Beberapa transaksi yang dapat dilakukan
melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindah bukuan,
pembayaran tagihan dan informasi
rekening.Memanfaatkan internet sebagai salah satu jalur transaksi perbankan
yang lebih mudah diakses dimanapun seperti di rumah atau kantor dan juga
kapanpun selama 24 jam satu minggu penuh. Internet banking yang juga dikenal
dengan istilah online banking ini menurut situs wikipedia adalah melakukan
transaksi, pembayaran, dan transaksi lainnya melalui internet dengan website
milik bank yang dilengkapi sistem keamanan.
Bagi sebagian orang, internet banking
sangat membantu karena bisa melakukan transaksi perbankan di luar jam kerja
bank yang sering pendek. Hanya membutuhkan koneksi internet dan web browser
seperti Internet Explorer. Sama sekali tidak memerlukan perangkat lunak atau
perangkat keras secara khusus. Jumlah konsumen perbankan yang memilih internet
banking sebagai cara yang paling disukai untuk menangani keuangannya dewasa ini
berkembang dengan sangat cepat. Hal ini disebabkan mereka menyukai berbagai
kemudahan dan fitur yang tersedia dalam internet banking.
Internet banking biasanya menyediakan
fitur pembayaran berbagai rekening baik listrik, telepon, kartu kredit dan
sebagainya secara online. Selain itu, setiap saat para konsumen bisa memeriksa
dan mengunduh daftar transaksi keuangan mereka atau jumlah simpanan secara
online. Di Indonesia, internet banking telah diperkenalkan pada konsumen
perbankan sejak beberapa tahun lalu. Beberapa bank besar baik BUMN atau
swasta Indonesia yang menyediakan layanan tersebut antara lain BCA, Bank
Mandiri, Lippo Bank, Permata Bank dan sebagainya.
Mungkin ada orang yang ragu menggunakan
internet banking lantaran cemas pada sistem keamanan internet yang sering
dibobol oleh hacker atau cracker. Terutama sistem keamanan dengan otorisasi
password yang sudah cukup aman bagi kebanyakan situs belanja online ternyata
belum dianggap aman bagi internet banking di beberapa negara. Beberapa bank
melengkapi sistem keamanan internet banking dengan sistem tambahan seperti
enkripsi dan penggunaan password ganda yang salah satunya selalu berubah-rubah
setiap melakukan transaksi perbankan online.Sistem password ganda itulah yang
diadopsi beberapa bank di Indonesia untuk melindungi konsumen internet
banking-nya seperti sistem KeyBCA yang digunakan BCA. Pelanggan bank tersebut
setiap ingin melakukan transaksi perbankan lewat internet banking tidak hanya
harus menggunakan PIN (personal identification number) sebagai password, namun
juga harus menggunakan KeyBCA, semacam kalkulator elektronik untuk mengeluarkan
password yang selalu berbeda untuk mengotorisasi transaksi tersebut.
Ada beberapa strategi lainnya untuk
melindungi internet banking seperti menggunakan pembaca kartu chip bank
konsumen yang bisa mengeluarkan password yang hanya bisa dikenali kartu
tersebut. Cara lain yaitu sertifikat digital yang dapat mengotorisasi transaksi
perbankan online dengan menghubungkannya pada peralatan fisik milik konsumen
seperti komputer atau ponsel. Memang sistem keamanan internet banking tidak
pernah 100% aman, namun penelitian menunjukkan perbankan konvensional justru
lebih rentan pada penipuan keuangan daripada internet banking.
Di samping itu semua penerapan suatu
teknologi informasi menuntut diantaranya sumber daya manusia yang memadai. Jika
sumber daya manusia yang ada tidak menguasai teknologi tersebut hal ini menjadi
suatu pemborosan semata, karena mahalnya teknologi yang telah dibeli jika tidak
terpakai merupakan suatu hal yang sia-sia. Oleh karena itu sebelum teknologi
tersebut diterapkan, sudah seharusnyalah kita instropeksi terhadap kemampuan
korporasi, apakah cocok teknologi tersebut diterapkan, apakah sumber daya
manusianya memadai, dan apakah teknologi tersebut mempunyai features yang
dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Karena penerapan suatu sistem
teknologi informasi merupakan salah satu aktivitas investasi jangka panjang
bagi korporasi. Hal ini sudah sepatutnya menjadi hal yang diperhitungkan dalam
dunia perbankan, sebagai lembaga intermediasi bagi masyarakat, sudah seharusnya
perbankan menjadi “pelayan” yang setia dengan selalu merealisasikan
bentuk-bentuk pelayanan dengan menggunakan teknologi informasi.
Begitu pula dengan bank mempunyai akses
yang sama atas teknologi yang ada, namun yang mampu memanfaatkannya dengan benar
adalah mereka yang berhasil meraciknya ke dalam sebuah konfigurasi yang
fungsional dan efisien, yang diimplementasikan dengan seksama, yang mendukung
produk dan layanan yang ciamik serta dioperasikan dengan tepat-guna. Membeli
teknologi adalah kegiatan yang paling mudah dan tidak memerlukan keahlian
tinggi. Namun, semuanya kembali memerlukan perancangan, penerapan teknologi
yang baik, Good IT Governance, yang berdasarkan keseuaian target korporasi dari
perbankan itu sendiri.
Sumber:
http://nita-maulina.blogspot.co.id/p/penggunaan-komputer-di-berbagai-bidang_1216.html

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact