Ceritaku dalam
membuat Planning untuk Masa depan dan Mewujudkan mimpi
Setiap manusia yang
hidup tak terkecuali saya pastilah pernah bermimpi dan punya impian. Entah itu
bermimpi saat tidur atau bermimpi akan masa depan. Di postingan kali ini saya
ingin sedikit bercerita tentang sebuah mimpi, bukan mimpi yang saya alami semalam
atau tafsir dari mimpi yang saya alami. Bukan, melainkan sebuah mimpi manusia
biasa untuk merancang dan merencanakan masa depan yang lebih baik sesuai denan
keinginan dan harapan.
Sebelum bercerita,
saya ingin sedikit bertanya, apa yang menjadi mimpi kalian untuk masa depan
kalian semua? Pastilah kalau menjawab pertanyaan kayak gitu, kita semua
menjawabnya dengan jawaban yang baik-baik dan kadang mungkin terkesannya
muluk-muluk serta mungkin bisa jadi kurang realistis. Tapi tidak apa-apa, ada
orang bijak berkata, “gantungkan mimpimu setinggi langit, bermimpilah
setinggi-tingginya.” Ya, sedikit dari banyak mimpi-mimpi tersebut
mungkin adalah, bekerja dengan gaji besar, punya rumah bagus, mobil mewah,
hidup tercukupi dan hidup tenang. Apa yang umum dipikirkan dan menjadi mimpi
kebanyakan orang tersebut sedikit banyak juga ada di mimpi saya.
Mimpi-mimpi indah
tersebut hanya akan menjadi mimpi indah saja tanpa kita mewujudkannya. Dari
beberapa referensi ataupun pengalaman banyak orang sukses, mereka rata-rata
bermimpi dan berani mewujudkannya. Ada rumus pasti yang saya lihat dari
orang-orang yang sukses menggapai mimpinya, yaitu Dreaming,
Planning, Do It, and Take Your Responsibility. Ya, Dreaming,
kita semua bermimpi dan punya mimpi. Seperti yang saya bilang di awal paragraf
ini bahwa mimpi hanyalah mimpi dan tidak akan menjadi nyata ketika kita tidak
mewujudkannya. So butuh Planning, merencanakan dan Do It melakukannya
atau mewujudkannya. Ya untuk mewujudkannya kita butuh perencanaan yang benar
agar jalan mewujudkan mimpi sesuai dengan harapan. Yang terakhir Take
Your Responsibility, yup kita harus berani bertanggung jawab atas resiko
dan apa yang terjadi akibat langkah yang kita tempuh untuk mewujudkan mimpi
tersebut.
Lalu apa yang menjadi
mimpi saya dan bagaimana saya Merancang Masa Depan untuk Mewujudkan Mimpi-mimpi
saya tersebut? Dan ini beberapa mimpi utama dan rencana masa depan saya.
Melanjutkan Pendidikan
ke jenjang Lebih Tinggi secara Mandiri
InsyaAllah target saya bisa tercapai untuk lulus tepat waktu,Dan dapat wisuda di bulan oktober tahun 2016 ini bersama teman teman seperjuangan saya, terutama teman karib saya dari semester 1, Riska, Peggy, Winda, Vero. Saya berharap dalam proses menyusun Tugas Akhir ini selalu diberi kelancaran dan kemudahan hingga nanti sidang. Prinsip saya adalah, raihlah ilmu sebanyak-banyaknya dan jadilah orang yang bermanfaat. Ya, rencana masa depan saya yang pertama adalah Melanjutkan Pendidikan ke jenjang Lebih Tinggi secara Mandiri ,yaitu melanjutkan ke jenjang S1 dengan hasil kerja keras saya sembari kerja agar dapat membiayai kuliah sendiri. Saya sadar saya yang hanya lulusan Diploma 3 ini merasa ilmu yang saya dapat masihlah sangat dangkal dan saya harus lebih banyak belajar, belajar, dan belajar lagi jika ingin menjadi manusia yang bermanfaat.Juga saya sebagai anak pertama dari 3 bersaudara merasa saya masih memiliki tanggung jawab atas adik adik saya agar meringankan beban orang tua.Maka dari itu dengan memiliki jenjang pendidikan yang lebih tinggi diharapkan mampu menaikkan status jabatan saya jika bekerja nanti, sehingga insyaAllah saya mendapatkan kecukupan gaji.Saya berharap tidak hanya mampu membiayai kuliah saya saja tapi saya dapat sedikit meringankan beban orang tua, dengan menghasilkan duit sendiri dan dapat membantu adik adik serta dapat menabung untuk masa depan saya kelak. Pada intinya saya ingin bekerja dan menjadi bagian di dalam suatu perusahaan karna untuk mengembangkan dan memanfaatkan ilmu yang telah saya dapatkan selama kuliah D3 manajemen informatika dan S1 sistem informasi.Banyak sekali rencana yang ingin saya lakukan jika sudah bekerja dan menghasilkan duit sendiri,yang pastinya selain bekerja saya juga ingin membangun suatu bisnis, dengan membuka usaha usaha kecil guna investasi untuk modal masa depan saya.Dan saya harus memiliki komitmen agar uang yang saya hasilkan tidak terbuang dengan sia sia, dengan rajin menabung, dan tidak menghamburkan duit dengan percuma serta memulai menata hidup agar lebih bisa menghemat dan tidak boros.
InsyaAllah target saya bisa tercapai untuk lulus tepat waktu,Dan dapat wisuda di bulan oktober tahun 2016 ini bersama teman teman seperjuangan saya, terutama teman karib saya dari semester 1, Riska, Peggy, Winda, Vero. Saya berharap dalam proses menyusun Tugas Akhir ini selalu diberi kelancaran dan kemudahan hingga nanti sidang. Prinsip saya adalah, raihlah ilmu sebanyak-banyaknya dan jadilah orang yang bermanfaat. Ya, rencana masa depan saya yang pertama adalah Melanjutkan Pendidikan ke jenjang Lebih Tinggi secara Mandiri ,yaitu melanjutkan ke jenjang S1 dengan hasil kerja keras saya sembari kerja agar dapat membiayai kuliah sendiri. Saya sadar saya yang hanya lulusan Diploma 3 ini merasa ilmu yang saya dapat masihlah sangat dangkal dan saya harus lebih banyak belajar, belajar, dan belajar lagi jika ingin menjadi manusia yang bermanfaat.Juga saya sebagai anak pertama dari 3 bersaudara merasa saya masih memiliki tanggung jawab atas adik adik saya agar meringankan beban orang tua.Maka dari itu dengan memiliki jenjang pendidikan yang lebih tinggi diharapkan mampu menaikkan status jabatan saya jika bekerja nanti, sehingga insyaAllah saya mendapatkan kecukupan gaji.Saya berharap tidak hanya mampu membiayai kuliah saya saja tapi saya dapat sedikit meringankan beban orang tua, dengan menghasilkan duit sendiri dan dapat membantu adik adik serta dapat menabung untuk masa depan saya kelak. Pada intinya saya ingin bekerja dan menjadi bagian di dalam suatu perusahaan karna untuk mengembangkan dan memanfaatkan ilmu yang telah saya dapatkan selama kuliah D3 manajemen informatika dan S1 sistem informasi.Banyak sekali rencana yang ingin saya lakukan jika sudah bekerja dan menghasilkan duit sendiri,yang pastinya selain bekerja saya juga ingin membangun suatu bisnis, dengan membuka usaha usaha kecil guna investasi untuk modal masa depan saya.Dan saya harus memiliki komitmen agar uang yang saya hasilkan tidak terbuang dengan sia sia, dengan rajin menabung, dan tidak menghamburkan duit dengan percuma serta memulai menata hidup agar lebih bisa menghemat dan tidak boros.
Mewujudkan hunian
ideal dan ketercukupan kebutuhan bagi saya dan keluarga
Berkeluarga, ya, pastinya, saya pastilah ingin berkeluarga namun membangun sebuah keluarga tidaklah mudah, kita harus mempersiapkan segala sesuatu nya dengan matang.untuk itu saya memiliki target untukmenikah kelak di usia paling matang 24 atau 25 tahun, InsyaAllah dengan seseorang yang sekarang sedang menjalani komitmen berhubungan dengan saya yang sudah hampir 3 th setengah bulan ini yang memiliki profesi sebagai pelaut. Sudah saat nya saya dan dia sama sama mulai menata masa depan bersama ,bekerja keras dan mempersiapkan segala sesuatu nya dahulu dengan matang. Sebab saya ingin keluarga saya bahagia. Saya tidak ingin keluarga saya nanti tidak bahagia karena saya dan dia tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Mimpi saya adalah memiliki hunian atau rumah yang ideal dan kendaraan pribadi khususnya dipersiapkan sebelum saya menikah, dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga kami nanti, misalkan bisa mencukupi kebutuhan finansial pendidikan buah hati saya kelak. Tidak ingin muluk-muluk, yang penting cukup. Cukup bisa membeli atau membangun rumah yang nyaman, menyekolahkan buah hati, cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari.
Berkeluarga, ya, pastinya, saya pastilah ingin berkeluarga namun membangun sebuah keluarga tidaklah mudah, kita harus mempersiapkan segala sesuatu nya dengan matang.untuk itu saya memiliki target untukmenikah kelak di usia paling matang 24 atau 25 tahun, InsyaAllah dengan seseorang yang sekarang sedang menjalani komitmen berhubungan dengan saya yang sudah hampir 3 th setengah bulan ini yang memiliki profesi sebagai pelaut. Sudah saat nya saya dan dia sama sama mulai menata masa depan bersama ,bekerja keras dan mempersiapkan segala sesuatu nya dahulu dengan matang. Sebab saya ingin keluarga saya bahagia. Saya tidak ingin keluarga saya nanti tidak bahagia karena saya dan dia tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Mimpi saya adalah memiliki hunian atau rumah yang ideal dan kendaraan pribadi khususnya dipersiapkan sebelum saya menikah, dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga kami nanti, misalkan bisa mencukupi kebutuhan finansial pendidikan buah hati saya kelak. Tidak ingin muluk-muluk, yang penting cukup. Cukup bisa membeli atau membangun rumah yang nyaman, menyekolahkan buah hati, cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari.
Mendapatkan perlindungan jiwa dan kesehatan
serta bisa berinvestasi untuk masa tua.
Sakit dan menjadi tua itu sudah pasti, dan bahkan kadang kita tidak tahu kapan datangnya sakit atau musibah yang kadang menuntut kita untuk siap secara mental maupun finansial. Untuk itu mendapatkan perlindungan jiwa dan kesehatan saya rasa perlu dan menjadi mimpi saya, bahkan bukan hanya mimpi saya saja..tetapi juga mimpi pasangan.kenapa? ya karena saya ingin fikiran tidak semakin terbebani ketika musibah datang karena masalah finansial karena sudah ada perlindungan jiwa atau asuransi.
Sakit dan menjadi tua itu sudah pasti, dan bahkan kadang kita tidak tahu kapan datangnya sakit atau musibah yang kadang menuntut kita untuk siap secara mental maupun finansial. Untuk itu mendapatkan perlindungan jiwa dan kesehatan saya rasa perlu dan menjadi mimpi saya, bahkan bukan hanya mimpi saya saja..tetapi juga mimpi pasangan.kenapa? ya karena saya ingin fikiran tidak semakin terbebani ketika musibah datang karena masalah finansial karena sudah ada perlindungan jiwa atau asuransi.
Ingin menikmati masa tua yang bahagia bersama
suami tanpa perlu memikirkan pekerjaan, apalagi mengingat profesi calon suami
saya kelak adalah pelaut. cukup melihat buah hati saya kelak tumbuh dan menjadi
manusia yang bermanfaat adalah mimpi saya. Ya siapa sih yang ingin masa tuanya
tetap membanting tulang dan harus tetap bekerja? kan semakin bertambah umur
pastilah daya tahan tubuh semakin berkurang pula. Untuk itu berinvestasi demi
masa tua yang bahagia juga masuk dalam rencana saya untuk mewujudkan masa depan
yang lebih baik. Ingin menikmati masa tua dengan kebebasan finansial.
Lalu apa yang akan saya lakukan untuk
mewujudkan mimpi-mimpi saya tersebut? Ya Do It. Karena saya sudah dituntut
mandiri karena sekarang saya merupakan anak pertama, mau tidak mau ya saya
harus buat perencanaan masa depan untuk diri saya dan keluarga, ibu, bapak dan
adik saya. Salah satu cara adalah membuat tabungan rencana untuk setiap target
yang menjadi mimpi saya. Misal membuat tabungan rencana untuk melanjutkan
pendidikan, membeli rumah, kendaraan pribadi bahkan tabungan rencana untuk
menikah kelak (hayah).
Selain membuat tabungan rencana, saya berfikir
untuk bisa mengikuti sebuah layanan perbankan seperti investasi masa depan
adalah sebuah kewajiban.Pada saat masa pertama
kerja saya, meskipun nanti mungkin belum bisa berinvestasi banyak, tapi
setidaknya saya harus memulai niat dan do it untuk mulai mewujudkan mimpi
mendapatkan kebebasan
finansial.
Terlepas dari semuanya, percaya bahwa Rezeki
sudah ada yang mengatur merupakan pokok dari semuanya. Kita manusia beragama
dan kita percaya adanya Tuhan. Dan sudah pastilah kita juga harus percaya bahwa
Rezeki kita sudah diatur dan direncanakan dengan baik oleh Tuhan. Kita sebagai
hamba-Nya hanya wajib berani Dreaming, Planning, Do It, and Take Your
Responsibility. Dan yang paling penting adalah selalu berdo’a dan
mendekatkan diri pada Tuhan YME.
Ini sedikit cerita saya tentang Planning Masa
Depan Mewujudkan Mimpi. Semoga mimpi-mimpi tersebut bisa jadi nyata.Amiin Ya Rabbal Allamiin..

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact