Sabtu, 21 Mei 2016 0 komentar

Planning hidup

Ceritaku dalam membuat Planning untuk Masa depan dan Mewujudkan mimpi
Setiap manusia yang hidup tak terkecuali saya pastilah pernah bermimpi dan punya impian. Entah itu bermimpi saat tidur atau bermimpi akan masa depan. Di postingan kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang sebuah mimpi, bukan mimpi yang saya alami semalam atau tafsir dari mimpi yang saya alami. Bukan, melainkan sebuah mimpi manusia biasa untuk merancang dan merencanakan masa depan yang lebih baik sesuai denan keinginan dan harapan.
Sebelum bercerita, saya ingin sedikit bertanya, apa yang menjadi mimpi kalian untuk masa depan kalian semua? Pastilah kalau menjawab pertanyaan kayak gitu, kita semua menjawabnya dengan jawaban yang baik-baik dan kadang mungkin terkesannya muluk-muluk serta mungkin bisa jadi kurang realistis. Tapi tidak apa-apa, ada orang bijak berkata, “gantungkan mimpimu setinggi langit, bermimpilah setinggi-tingginya.” Ya, sedikit dari banyak mimpi-mimpi tersebut mungkin adalah, bekerja dengan gaji besar, punya rumah bagus, mobil mewah, hidup tercukupi dan hidup tenang. Apa yang umum dipikirkan dan menjadi mimpi kebanyakan orang tersebut sedikit banyak juga ada di mimpi saya.
Mimpi-mimpi indah tersebut hanya akan menjadi mimpi indah saja tanpa kita mewujudkannya. Dari beberapa referensi ataupun pengalaman banyak orang sukses, mereka rata-rata bermimpi dan berani mewujudkannya. Ada rumus pasti yang saya lihat dari orang-orang yang sukses menggapai mimpinya, yaitu Dreaming, Planning, Do It, and Take Your Responsibility. Ya, Dreaming, kita semua bermimpi dan punya mimpi. Seperti yang saya bilang di awal paragraf ini bahwa mimpi hanyalah mimpi dan tidak akan menjadi nyata ketika kita tidak mewujudkannya. So butuh Planning, merencanakan dan Do It melakukannya atau mewujudkannya. Ya untuk mewujudkannya kita butuh perencanaan yang benar agar jalan mewujudkan mimpi sesuai dengan harapan. Yang terakhir Take Your Responsibility, yup kita harus berani bertanggung jawab atas resiko dan apa yang terjadi akibat langkah yang kita tempuh untuk mewujudkan mimpi tersebut.
Lalu apa yang menjadi mimpi saya dan bagaimana saya Merancang Masa Depan untuk Mewujudkan Mimpi-mimpi saya tersebut? Dan ini beberapa mimpi utama dan rencana masa depan saya.
Melanjutkan Pendidikan ke jenjang Lebih Tinggi secara Mandiri
InsyaAllah target saya bisa tercapai untuk lulus tepat waktu,Dan dapat  wisuda di bulan oktober tahun 2016 ini bersama teman teman seperjuangan saya, terutama teman karib saya dari semester 1, Riska, Peggy, Winda, Vero. Saya berharap dalam proses menyusun Tugas Akhir ini selalu diberi kelancaran dan kemudahan hingga nanti sidang. Prinsip saya adalah, raihlah ilmu sebanyak-banyaknya dan jadilah orang yang bermanfaat. Ya, rencana masa depan saya yang pertama adalah Melanjutkan Pendidikan ke jenjang Lebih Tinggi secara Mandiri ,yaitu melanjutkan ke jenjang S1 dengan hasil kerja keras saya sembari kerja agar dapat membiayai kuliah sendiri. Saya sadar saya yang hanya lulusan Diploma 3 ini merasa ilmu yang saya dapat masihlah sangat dangkal dan saya harus lebih banyak belajar, belajar, dan belajar lagi jika ingin menjadi manusia yang bermanfaat.Juga saya sebagai anak pertama dari 3 bersaudara merasa saya masih memiliki tanggung jawab atas adik adik saya agar meringankan beban orang tua.Maka dari itu dengan memiliki jenjang pendidikan yang lebih tinggi diharapkan mampu menaikkan status jabatan saya jika bekerja nanti, sehingga insyaAllah saya mendapatkan kecukupan gaji.Saya berharap tidak hanya mampu membiayai kuliah saya saja tapi saya dapat sedikit meringankan beban orang tua, dengan menghasilkan duit sendiri dan dapat membantu adik adik serta dapat menabung untuk masa depan saya kelak. Pada intinya saya ingin bekerja dan menjadi bagian di dalam suatu perusahaan karna untuk mengembangkan dan memanfaatkan ilmu yang telah saya dapatkan selama kuliah D3 manajemen informatika dan S1 sistem informasi.Banyak sekali rencana yang ingin saya lakukan jika sudah bekerja dan menghasilkan duit sendiri,yang pastinya selain bekerja saya juga ingin membangun suatu bisnis, dengan membuka usaha usaha kecil guna investasi untuk modal masa depan saya.Dan saya harus memiliki komitmen agar uang yang saya hasilkan tidak terbuang dengan sia sia, dengan rajin menabung, dan tidak menghamburkan duit dengan percuma serta memulai menata hidup agar lebih bisa menghemat dan tidak boros.
Mewujudkan hunian ideal dan ketercukupan kebutuhan bagi saya dan keluarga
Berkeluarga, ya, pastinya, saya pastilah ingin berkeluarga namun membangun sebuah keluarga tidaklah mudah, kita harus mempersiapkan segala sesuatu nya dengan matang.untuk itu saya memiliki target untukmenikah kelak di usia paling matang 24 atau 25 tahun, InsyaAllah dengan seseorang yang sekarang sedang menjalani komitmen berhubungan dengan saya yang sudah hampir 3 th setengah bulan ini yang memiliki profesi sebagai pelaut. Sudah saat nya saya dan dia sama sama mulai menata masa depan bersama ,bekerja keras dan mempersiapkan segala sesuatu nya dahulu dengan matang. Sebab saya ingin keluarga saya bahagia. Saya tidak ingin keluarga saya nanti tidak bahagia karena saya dan dia tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Mimpi saya adalah memiliki hunian atau rumah yang ideal dan kendaraan pribadi khususnya dipersiapkan sebelum saya menikah, dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga kami nanti, misalkan bisa mencukupi kebutuhan finansial pendidikan buah hati saya kelak. Tidak ingin muluk-muluk, yang penting cukup. Cukup bisa membeli atau membangun rumah yang nyaman, menyekolahkan buah hati, cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari.
Mendapatkan perlindungan jiwa dan kesehatan serta bisa berinvestasi untuk masa tua.
Sakit dan menjadi tua itu sudah pasti, dan bahkan kadang kita tidak tahu kapan datangnya sakit atau musibah yang kadang menuntut kita untuk siap secara mental maupun finansial. Untuk itu mendapatkan perlindungan jiwa dan kesehatan saya rasa perlu dan menjadi mimpi saya, bahkan bukan hanya mimpi  saya saja..tetapi juga mimpi pasangan.kenapa? ya karena saya ingin fikiran tidak semakin terbebani ketika musibah datang karena masalah finansial karena sudah ada perlindungan jiwa atau asuransi.
Ingin menikmati masa tua yang bahagia bersama suami tanpa perlu memikirkan pekerjaan, apalagi mengingat profesi calon suami saya kelak adalah pelaut. cukup melihat buah hati saya kelak tumbuh dan menjadi manusia yang bermanfaat adalah mimpi saya. Ya siapa sih yang ingin masa tuanya tetap membanting tulang dan harus tetap bekerja? kan semakin bertambah umur pastilah daya tahan tubuh semakin berkurang pula. Untuk itu berinvestasi demi masa tua yang bahagia juga masuk dalam rencana saya untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Ingin menikmati masa tua dengan kebebasan finansial.
Lalu apa yang akan saya lakukan untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya tersebut? Ya Do It. Karena saya sudah dituntut mandiri karena sekarang saya merupakan anak pertama, mau tidak mau ya saya harus buat perencanaan masa depan untuk diri saya dan keluarga, ibu, bapak dan adik saya. Salah satu cara adalah membuat tabungan rencana untuk setiap target yang menjadi mimpi saya. Misal membuat tabungan rencana untuk melanjutkan pendidikan, membeli rumah, kendaraan pribadi bahkan tabungan rencana untuk menikah kelak (hayah).
Selain membuat tabungan rencana, saya berfikir untuk bisa mengikuti sebuah layanan perbankan seperti investasi masa depan adalah sebuah kewajiban.Pada saat  masa pertama kerja saya, meskipun nanti mungkin belum bisa berinvestasi banyak, tapi setidaknya saya harus memulai niat dan do it untuk mulai mewujudkan mimpi mendapatkan kebebasan finansial.
Terlepas dari semuanya, percaya bahwa Rezeki sudah ada yang mengatur merupakan pokok dari semuanya. Kita manusia beragama dan kita percaya adanya Tuhan. Dan sudah pastilah kita juga harus percaya bahwa Rezeki kita sudah diatur dan direncanakan dengan baik oleh Tuhan. Kita sebagai hamba-Nya hanya wajib berani Dreaming, Planning, Do It, and Take Your Responsibility. Dan yang paling penting adalah selalu berdo’a dan mendekatkan diri pada Tuhan YME.
Ini sedikit cerita saya tentang Planning Masa Depan Mewujudkan Mimpi. Semoga mimpi-mimpi tersebut bisa jadi nyata.Amiin Ya Rabbal Allamiin..



0 komentar

Puisi (tulisan)

Cinta Kita
Cinta kita cinta tak termakan usia
Cinta Yang tidak terukur masa
Cinta kita cinta yang dewasa
Cinta yang Mengasuh Jiwa
Cinta kita cinta yang menumbuhkan tunas-tunas
Bukan menggugurkan daunan dan meranggaskan ruas-ruas
Cintamu padaku laksana airmata
Oase dalam dahaga,
Yang membasuh jiwa dengan asa
Cintaku padamu laksana mata.
Serupa penglihatan,
Bahkan menjelma kesaksian.


0 komentar

Manajemen sumber dana dan penggunaan dana

-Pengertian Sumber Dan Penggunaan Dana

Analisa sumber dan penggunaan modal kerja merupakan alat penting bagi manajemen keuangan, yang mana akan memperlihatkan dari mana dana tersebut diperoleh dan kemana dana tersebut dibelanjakan, manajemen keuangan harus mampu memperkirakan seberapa besar kebutuhan dana yang diperlukan untuk membiayai operasional perusahaan dari mana keuangan tersebut di peroleh, pengalokasian dana secara layak, pengelolaan finansial secara efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. Hasil penggunaan sumber-sumber dana, tidak semata-mata menentukan tingkat profitabilitas tetapi turut pula menentukan kontinuitas perusahaan.
      Adapun mengenai pengertian sumber dan penggunaan dana dapat diketahui berdasarkan defenisi yang dikemukakan oleh s. munawir  (1999 : 110) sebagai berikut bahwa, analisa sumber dan penggunaan dana merupakan suatu alat analisa keuangan yang sangat penting bagi finansial manajer atau bagi para calon kreditur atau bagian bank dalam menilai permintaan kredit yang diajukan kepadanya, dengan analisa sumber dan penggunaan dana akan diketahui bagaimana perusahaan mengelola atau menggunakan dana yang dimilikinya.
      Pengertian dana yang digunakan dalam analisa sumber dan penggunaan dana tersebut dapat dalam artian yang sempit yaitu kas atau dalam artian yang lebih luas yaitu sebagai modal kerja. Pengertian mana yang akan digunakan dalam analisa sumber dan penggunaan dana itu tergantung kepada  kebutuhan kita sendiri, yaitu apa yang kita analisa.
     Selanjutnya pengertian dana yang dikemukakan oleh Alex s. nitisemito menyatakan bahwa dana adalah elemen-elemen dalam aktiva suatu neraca yang dapat berupa uang kas, bahan baku, mesin, gedung dan sebagainya. Sedangkan sumber dana yaitu dana jangka panjang dan dana sendiri.
     Uraian ini menunjukkan bahwa pengertian dana dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu:
a.    Dana yang berada di sebelah debet (aktiva) atau disebut dana aktif dapat dibedakan berdasarkan cara dan lamanya berputar, yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap.
b.    Dana yang berada di sebelah kredit, suatu neraca yang menunjukkan sumber-sumber dari mana dana itu diperoleh yang biasa disebut dana pasif.

Investasi jangka panjang :
Investasi jangka panjang adalah investasi dimana dana yang Anda masukkan akan diputar dan baru dapat dicairkan setelah jangka waktu minimal 1 tahun. Ada banyak bentuk investasi jangka panjang. Berikut ini adalah beberapa contoh diantaranya:
Properti merupakan salah satu investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Harga properti akan terus merangkak naik dari tahun ke tahun. Bagi Anda yang memiliki dana yang cukup besar, investasi ini patut menjadi pilihan.

B. Sumber Modal Jangka Panjang
Sumber modal jangka panjang ini dapat diperoleh dari modal sendiri (saham) dan modal asing (obligasi, hipotek, dan KIK (Kredit Investasi Kecil)).

1. Obligasi
Adalah merupakan surat tanda hutang yang dikeluarkan oleh perusahaan yang didalamnya tercantum nilai nominal dan bunga serta waktu pembayaran kembali. Harga obligasi dipengaruhi oleh tingkat pendapatan yang diharapkan. Perusahaan yang diperkenankan mengeluarkan obligasi adalah perusahaan yang benar-benar baik dan mendapat pengawasan dari badan yang ditunjuk. Jenis obligasi : debenture, subordinate debenture, income bond. tahun.
Pembayaran obligasi (pembayaran kembali) dapat dilakukan secara sekaligus (sinking funds) pada hari jatuh tempo-nya, atau diangsur (amortization). Pembayaran kembali obligasi dapat diambilkan dari penyusutan dari aktiva yang dibelanjai dengan pinjaman obligasi tersebut atau dari keuntungan perusahaan.

2. Hipotek (morgage)
Adalah bentuk utang jangka panjang yang dijamin dengan aktiva tidak bergerak (tanah, bangunan). Jika terjadi likuidasi aktiva yang dijadikan jaminan itu dijual untuk membayar hutang hipotek tersebut, jika tidak mencukupi maka sisa utang hipotek menjadi kreditor umum.

3. Kredit Investasi Kecil (KIK)
Karakteristik dimaksud KIK adalah: jumlah maksimum Rp. 5 juta, bunga 10,5% / bulan (berlaku 1 Januari 1978), jangka waktu kredit 10 tahun termasuk grace periode, self financing pemohon 25% tidak secara mutlak, diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa, kecuali hiburan/amusement, jaminan kredit berupa: proyek yang dibiayai dengan kredit tersebut, jika jaminan tidak mencukupi ditambahn kekayaan milik nasabah atau pihak ketiga hingga mencapai 100%, untuk memperkuat pembayaran kembali bank mengadakan perjanjian dengan PT. Askrindo.

4. Saham Preferen
Saham preferen mempunyai sifat sebagai utang dan sebagai modal sendiri. Dividen tiap tahun tetap dinyatakan dalam persentase (%) tertentu dan bersifat kumulatif. Saham preferen ini mempunyai hak atas sisa keuntungan setelah dibagikan kepada pemilik saham biasa (participating future). Misalnya pemegang saham preferen telah menerima Rp. 16,- dan pemegang biasa menerima dividen Rp. 20,- maka pemegang saham preferen berhak atas tambahan sebesar Rp. 4,- . Jika terjadi likuidasi, saham preferen memperoleh hak setelah kreditor, tetapi sebelum pemegang saham biasa (biasanya hak ini hanya terbatas pada nilai nominal). Saham preferen tidak mempunyai suara (kecuali jika tidak pernah menerima dividen) dalam RUPS. Untuk mengakhiri peredaran saham preferen digunakan call price atau sinking funds. Call price adalah harga yang disebutkan sebagai harga pelunasan apabila perusahaan memutuskan untuk melunasi saham preferen. Call price lebih besar daripada nilai nomisalnya. Call price ini dapat berlaku juga pada obligasi. Jika pajak tinggi tidak menarik untuk mengeluarkan saham preferen. Untuk suatu perusahaan mengeluarkan saham preferen karena alasan bahwa pembayaran dividen saham preferen sebenarnya tidak merupakan kewajiban yang mempunyai kekuatan hukum.

5. Saham Biasa
Saham biasa adalah merupakan modal sendiri yang berasal dari luar perusahaan. Saham biasa ini akan menanggung risiko perusahaan sejauh modal yang disetorkan. Saahm yang diotorisir adalah jumlah maksimum saham baisa yang boleh dikeluarkan. Out standing stock adalah saham biasa yang telah dikeluarkan yang dimiliki oleh pemilik. Perusahaan mungkin membeli sebagian dari saham ini yang dikeluarkan dan menyimpan sebagai treasury stock. Saham biasa mungkin mempunyai atau mungkin tidak mempunyai nilai nominal. Nilai nominal hamper tidak ada nilai ekonomisnya.
Modal sendiri yang berasal dari dalam perusahaan adalah : cadangan, dan laba ditahan. Cadangan yang merupakan modal sendiri berupa: cadangan ekspansi, cadangan modal kerja, cadangan selisih kurs, dan cadangan umum. Dan cadangan yang tidak termasuk modal sendiri: cadangan penyusutan, cadangan piutang raguragu, cadangan yang bersifat utang.

2 Penggunaan Dana

Penggunaan dana setelah ada di perusahaan, sebagai manajer keuangan berusaha untuk menggunakan secara efisien demi tercapainya tujuan perusahaan. Pada dasarnya penggunaan dana dapat digolongkan menjadi 2 bagian :
a. Penggunaan dana dalam jangka pendek : kas, surat-surat berharga, piutang, dan persediaan.
b. Penggunaan dana dalam jangka panjang : investasi aktiva tetap, termasuk tanah, bangunan, dan peralatan.
Mengelola penggunaan dana perusahaan baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang berkaitan erat dengan masalah efisiensi. Karena kalau masalah efisiensi tercapai berarti manajer keuangan berhasil dalam mengelola dana dalam arti pengalokasian dana perusahaan tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga perusahaan dapat dengan mudah menelusuri bagian-bagian mana yang menghasilkan laba perusahaan.
Efisiensi penggunaan dana sehari-hari dalam kegiatan operasional perusahaan dapat diketahui dengan membandingkan pendapatan bersih perusahaan selama jangka waktu tertentu dengan dana atau modal yang dipakai perusahaan dalam memperoleh pendapatan tersebut.


 
;