Senin, 23 Juni 2014 0 komentar

11.Tipe-tipe dan macam mcam orgnisasi

Tipe-Tipe & Macam-Macam Organisasi


Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.  Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-prasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti pengembilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagi anggota-anggotanyasehingga menekan angka pengangguran.

Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepda organisasi yang mereka pilih. Agar dapat berinterksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan. Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.

Tipe-tipe organisasi


  1. Organisasi Garis (Line Organization)
  2. Organisasi Garis dan Staf (Line and Staff Organization)
  3. Organisasi Fungsional (Functional Organization)
  4. Organisasi Panitia (Commit Organization)

1) Organisasi Garis

Organisasi Garis adalah tipe organisasi yang tertua dan paling sederhana. Dalam organisasi garis, tugas-tugas perencanaan, pengendalian dan pengawasan berada satu tangan garis kewenangan (line authority) langsung dari pimpinan kepada bawahan. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol

Ciri-ciri organisasi garis adalah:

  1. Tujuan organisasi masih sederhana
  2. Organisasinya kecil
  3. Jumlah karyawannya sedikit
  4. Pemimpin dan semua karyawan saling mengenal dan dapat berhubungan setiap hari kerja
  5. Hubungan antara pimpinan dan karyawan bersifat langsung
  6. Tingkat spesialisasi begitu juga alat-alat yang diperlukan tidak begitu tinggi dan tidak beraneka ragam


2) Organisasi Garis dan Staf

Tipe organisasi garis dan staf pada umumnya digunakan untuk organsasi yang besar. Daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang-bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.

Ciri-ciri organisasi garis dan staf adalah:

  1. Organisasinya besar dan bersifat kompleks
  2. Jumlah karyawan banyak
  3. Daerah kerjanya luas
  4. Hubungan kerja yang bersifat langsung tidak mungkin lagi
  5. Pimpinan begitu pula sesama karyawan tidak lagi semuanya saling mengenal
  6. Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan digunakan secara maksimal

Terdapat tiga komponen utama yaitu:

  1. Pimpinan : yang mengendalikan dan bertanggung jawab atas kelancaran organisasi dalam arti menentukan tujuan, menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan.
  2. Pembantu pimpinan atau staf : yaitu yang membantu pimpinan dalam perencanaan dan pengendalian. Pada organisasi garis dan staf yang besar, staf terdiri dari dua kelompok, yaitu:
  3. Staf koordinasi atau biasa disebut "staf umum", yaitu kelompok staf yang membantu pemimpin dalam perencanaan dan pengawasan serta setiap saat memberikan nasihat-nasihat kepada pemimpin, diminta atau tidak diminta.
  4. Staf teknik atau biasa juga disebut "staf khusus", yaitu kelompok staf memberikan pelayanan atau jasa-jasa kepada komponen pelaksana untuk pelaksanaan tugasnya.
  5. Pelaksana : yaitu komponen organisasi yang melaksanakan tugas-tugas yang telah ditentukan dari atas.
  6. Dalam organisasi garis dan staf, secara formal yang berhak memberikan perintah hanyalah pemimpin, sedangkan staf hanyalah sebagai pembantu pimpinan dengan tugas perencanaan, memberikan nasihat, dan lain-lain yang serupa dengan itu. Tetapi dalam organisasi yang besar yang mempunyai ruang lingkup tugas yang luas, beraneka ragam, dan kompleks, tidak mungkin lagi bagi seorang pemimpin mendelegasikan beberapa wewenangnya kepada staf sesuai dengan bidang masing-masing. Dalam hal demikian staf menandatangani keputusan, perintah, instruksi, dan lain-lain atas nama pimpinan.

3) Organisasi Fungsional

Pada umumnya yang dimaksud dengan organisasi fungsional adalah yang disusun berdasarkan sifat dan macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan.

Ciri-ciri organisasi fungsional antara lain adalah:

  1. Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
  2. Dalam melaksanakan tugas tidak banyak memerlukan koordinasi terutama pada tingkat pelaksanaan bawahan karena bidang tugasnya sudah tegas dan jelas digariskan. Dalam organisasi fungsional, koordinasi dititikberatkan pada eselon atasan
  3. Pembagian unit-unit organisasi didasarkan pada spesialisasi tugas
  4. Para direktur mempunyai wewenang komando terhadap unit-unit yang berada dibawahnya atas namanya sendiri, tidak perlu atas nama direktur utama

Organisasi fungsional pada umumnya digunakan dalam perusahaan-perusahaan yang pembidang tugasnya dapat digriskan secara tegas, umpamanya unit produksi, unit pemasaran, unit keuangan, dan lain-lain yang walaupun saling bersangkut-paut namun bidang kegiatannya jelas berbeda. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.

4) Organisasi Panitia

Tipe organisasi panitia pada umumnya dibentuk dalam waktu yang terbatas untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu,

Ciri-ciri organisasi panitia antara lain adalah:

  1. Tugasnya tertentu dan jangka waktu berlakunya terbatas
  2. Seluruh unsur pimpinan duduk dalam panitia baik sebagai ketua maupun sebagai anggota
  3. Tugas kepemimpinan dilaksanakan secara kolektif, oleh sebab itu tanggung jawabpun secara kolektif pula
  4. Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab yang pada umumnya sama
  5. Para pelaksana dikelompokkan menurut bidang dan tugas tertentun yang harus dilaksanakan dalam bentuk tugas (task force)
Macam-macam organisasi
UN = United Nation = PBB (1945)
UNICEF = United Nations International Childrens Emergency Fund (1946), namun namanya diganti setelah thn 1953 menjadi: United Nations Children’s Fund.
UNESCO = the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (16 November 1945)
UNCHR = United Nations Commission on Human Rights (2006)
UNHCR = Uited Nations High Commissioner for Refugees (14 Desember 1950)
UNDPR = The United Nations Division for Palestinian Rights (2 Desember 1977)
UNSCOP = The United Nations Special Committee on Palestine (May 1947, oleh 11 negara)
0 komentar

10.tulisan berjudul ciri ciri organisasi



Ciri-ciri Organisasi

Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi bisa disebut juga sebagai wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama
Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah :
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.     Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
2.     Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
3.     Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
1.     Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
2.     Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
3.     Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.
Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.

Sumber :
http://3rest.wordpress
Minggu, 08 Juni 2014 0 komentar

9.TULISAN Metode Berorganisasi

Metode-Metode organisasi

• Pekerja dianggap sepeprti mesin yang dapat melakukan pekerjaan yang sederhana secara baik dan efisien jika mereka mendapat moativasi dan penghargaan yang cukup
• Prinsip-prinsip untuk memaksimalkan efisiensi menurut Taylor:
- Pemisahan antara perencanaan dan kerja
- Pilih orang yang terbaik untuk tugas itu
- Bagaimana pekerjaan dilakukan dengan efisien
- melatih pekerja
- menentukan penghargaan untuk tiap-tiap pekerjaan
- monitor untuk kerja pekerja
• Pendekatan Sistem Sosial-teknik:
- Suatu kelompok kerja harus memiliki otonomi yang lua
- Bagamana sistem sosial dan teknik saling berinteraksi dalam suatu orgaisasi
• Teori Aktifitas
- Dasar teori: Aktifitas manusia
- Sistem komputer harus dirancang agar pengguna dapat melakukan operasi secara mudah
- Teori ini memfokuskan Aktifitas, aksi dan operasi yang terjadi di tempat kerja:
Aktifitas  :  venture kolektif dari berbagai kelompok
Aksi          :  aksi sadar dari tiap individu dengan tujuan tertentu
Operasi    :  sarana individu dalam merealisasikan suatu aksi yang dilakukan secara tidak sadar
- Breakdown, konflik yang terjadi antara apa yang diharapkan dengan apa yang sebenarnya terjadi
- Contradiction, konflik yang terjadi antara beberapa pilihan yang tidak efisien/efektif.
• Dalam Perancangan dan pengimplementasian suatu teknkologi baru, hal-hal yang berhubungan dengan organisasi perlu diperhatikan – mis. Pembagian kerja, siapa yang menggunakan dan diuntungkan, dll – agar sistem benar-benar efisien dan efektif.
Pengaruh IT Dalam Organisasi
• Positif:
- Mengurangi pekerjaan yang monoton,
- meningkatkan fleksibilitas dan jenis pelayanan (24 jam, bank),
- penyimpanan catatan elektronis
- meningkatnya produktifitas,
- mengurangi biaya, aman, dll
• Negatif:
- meningkatnya penganguran
- privasi data
- ketergantungan terhadap data elektronik
• Sistem teknis sebagai kontrol: de-skilling, pengerjaan tugas yang monoton dan berulangulang
• Sistem teknis sebagai alat: IT memperkaya, dimana rutinitas dan pekerjaan yang membosankan dialokasikan ke komputer, dan tugas-tugas strategis diserahkan pada manusia agar ia lebih kreatif dan tahu persisi bagaimana menangani informasi dalam berbagai cara.
Sumber :
Jurafski & Martin, 2000. Speech and Language Processing. Prentice-Hall, Inc. Pp. 719-730.
Preece, et.al. 2002. Interaction Design: Beyond Human-Computer Interaction, John Wiley & Sons, Inc. pp. 105-140
Preece, et.al. 1997. Human Computer Interaction. Addjson-Wesley Longman limited. Pp. 173-200
www2.ukdw.ac.id
0 komentar

Tugas individu Softskill



The unmanaged company

PERUSAHAAN YANG TIDAK TERMANAJ

Beberapa minggu sebelum lulus dari sekolah bisnis Pablo Cervantes mulai mencari pekerjaanya di San Diego, California area. Ketika ia sedang membaca melalui iklan baris, matanya menangkap salah satu yang istimewa.
Energik, rajin dan giat ingin bergabung dengan perusahaan yang baru dibentuk di bidang pembuangan limbah, kami mengantisipasi pertumbuhan 500 persen dalam beberapa tahun pertama. Orang yang bergabung dengan tim kami harus melupakan kendala dan peran penipu didalam firma. Tuliskan data diri anda ke PoBox 7654.
Berfikir “tidak ada salahnya ?” Cervantes melanjutkan mengirim suratnya. Banyak kejutan untuknya, sekitar satu minggu kemudian ia mendapat telepon. Marty Berg, si penelepon, katanya mewakili limbah surya itu ingin bertemu dengan Cervantes. Kedua pria tersebut mengatur waktu yang tepat untuk bertemu. Cervantes mengikuti petunjuk agar datang ke tempat bangunan batako di wilayah pinggiran kota.
Berg mengiringi Cervantes ke sudut bangunan avirtually kosong. Mereka duduk didua kursi yang butut berdekatan dengan meja kerja. Kata Berg “ jangan biarkan penampilan menipu anda. Kami memiliki kontrak satu juta dolar, kedepannya  itu untuk bereksperimen dengan matahari baru – gerakan sistem pembuangan limbah padat. Ini adalah gelombang masa depan. Diiklan mengatakan bahwa kami mengharapkan pertumbuhan 500 persen dalam beberapa tahun pertama, tapi itu perkiraan yang konservatif. Para pendiri perusahaan adalah seorang ilmiah yang jenius. Dia pikir dia memiliki ide yang tepat untuk menyembuhkan masalah pembuangan sampah dalam iklim yang cerah.” Kata Berg.
“ Sepertinya bagus untuk saya“ kata Carvantes. “Tapi apa pekerjaan yang akan anda berikan untuk saya ?” saya memiliki latar belakang bisnis, bisa menjual, dan bisa memecahkan masalah. Saya dapat membantu anda mengelola perusahaan. Keterampilan apa yang anda cari ? Apa yang akan menjadi pekerjaan saya ?” kata Carvantes
Dengan tersenyum, Berg memandang Cervantes dan berkata, “Pablo, itulah intinya kami mencoba untuk membuat iklan. Limbah surya tidak akan ada jabatan, tidak ada jabatan tidak ada deskripsi pekerjaan, dan tidak ada tingkatan manajemen. Kita semua akan berusaha dan melakukan apapun yang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan. Anda harus menyingkirkan dan menggantung tentang teori organisasi klasik untuk bekerja disini”.
“Anda bermaksud mengatakan, anda akan mencoba untuk memenuhi kontrak satu juta dolar tanpa melakukan perencanaan apapun, pengorganisasian, memimpin atau mengendalikannya ?” kata Cervantes.
“Kau sudah mengerti sekarang. Disini organisasi tradisional sudah mati. Kami akan bekerja sama sebagai kelompok dan melakukan apa yang perlu diselesaikan”.
“Tapi setidaknya anda bisa memberitahu apa jabatan saya ? apakah saya akan menjadi manajer ? seorang tenaga penjual ? seorang spesialis ?”.
“Pergilah kamu kalau begitu, jabatan itu tidak akan memiliki relavansi di perusahaan perintis kecil seperti kami. Kami mencari bakat dan ambisi. Kami tidak memiliki produk yang konvensional untuk ditawarkan pada masyarakat, jadi kami ingin sebuah perusahaan yang tidak konvensional untuk melaksanakan misi kami. Tidak akan ada peran tetap untuk siapapun”.
“Oke, saya mendapatkan intinya, tapi bagimana dengan gaji awal saya jika saya bergabung dengan limbah surya ?”.
“Banyak yang bergantung pada apa yang menurut anda pikirkan itu bernilai dan seberapa banyak uang yang kami punya itu untuk berbagi antara kami semua. Kami tidak ingin upah yang orang punya menjadi tetap setiap bulan. Karena begitu banyak yang bergantung pada pekerjaan yang kita dapatkan “.
Telepon Berg berdering. Setelah mengobrol selama 1 menit ditelepon. Berg berkata, “Aku harus mengurus sesuatu yang darurat sekarang. Bisakah anda kembali dalam 20 menit ? kemudian anda dapat menemui pendiri limbah surya. Saya rasa, sekarang saya tahu mengapa ia ingin sekali bertemu dengan anda”.
Cervantes berjalan di seberang jalan untuk mendapatkan minuman ringan dari bengkel. Dia berbicara dengan dirinya sendiri. “Haruskah saya naik mobil dan kembali pulang ? atau saya harus melihat yang lebih jauh dari kesempatan potensi besar ini ?”.
Kasus Pertanyaan


1.       What do you thing of the management philoshophy of solar waste?
“well, I think their managementphiloshopy is fairly unclear. Whit nobody as  aleader, maneger, or someone who control the company it’s some what comfiused us about whit we are integrated to in our work.”
2.       Will the organizational structure matry berg has in mind work ? why or why not !

“ No,it won’t. because, whithout any leadership and blatant managerial in their organizational
Structure, it’s doubted that the company can be worked in purpose.”

3.       Form your standpoint,is matrty berg describing a utopia or snake pit ? Explain your reasoning !

"According to philosphynya, Marty tries to figure one utopia. She tries to make one firm without boss, boss, or manager that captains and bring off You, equivalence talks shop You between everyone at firm without bounds situation among boss and employee, so everybody is happy and be not been saddled with pressure of Boss. This really utopist, are not? "

4.        What do have Pablo Cervantes does the afters be finished its demulcent potion?
 "If I am Pablo, I prefer to think again and take in to regard before I accept to talk shop. There are many thing which That Pablo shall to on the lookout for firm. First, home office location is on building that is left at region was drawn the line by city. What it queer? Seems to be they try to avoid their existence of society. If they one firm which normal, Why are they do such a thing? Managing their station at this downtown is more plausible. Both of, woolly corporate. Truth of firm project is questioned. And drd one is about money. They say that especially pay Pablo / employs a large part cling to corporate work entering Deep other word, they have no standard wages and just coming while You get to talk shop. So lets we say that Pablo was working for firm and after working two months, firm doesn't get project whatever. Etcetera, Pablo doesn't be paid deep that duration..”


0 komentar

Tugas kelompok Ringkasan Strategi organisasi dan kebijakan organisasi



Nama kelompok:  
·       Ade Ivon
·       Ahmad Bachtiar
·       Anan Prabowo
·       Annisa Rahma Fiani
·       Arga Pratama
·       Bramantio
Materi:Strategi dan Kebijakan Organisasi
Kelas 1DB07

RINGKASAN
STRATEGI ORGANISASI dan kebijakan organisasi

Dijelaskan oleh Bateman T.S. dan Snell S.A. (2008:172),   analisis SWOT membantu manajer meringkas fakta-fakta yang relevan dan penting dari analisis eksternal dan internal yang dilakukannya. Mereka kemudian dapat mengenali isu-isu strategis yang utama dan sekunder yang dihadapi oleh organisasi. Strategi yang kemudian dirumuskan oleh manajer itu didasarkan pada analisis SWOT untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dengan cara mengeksploitasi kekuatan organisasi, menetralkan kelemahannya, dan menghadapi ancaman-ancaman potensialnya. Strategi adalah rumusan arah tindakan yang koheren.

Strategi menurut Pearce, J.A. dan Robinson R.B. (2008:6) ialah rencana berskala besar, bertujuan ke masa depan untuk berinteraksi dengan kondisi persaingan demi mencapai tujuan perusahaan. Griffin R.W., (2004:226) mengemukakan strategi ialah rencana komprehensif untuk mencapai tujuan organisasi. Strategi menurut Suyanto M. (2007:16-18) meliputi strategi korporasi, bisnis serta fungsional. Strategi korporasi menggambarkan sebuah arah perusahaan secara keseluruhan, mengenai sikap perusahaan secara umum terhadap pertumbuhan dan manajemen berbagai bisnis di lini produk untuk mencapai keseimbangan portofolio produk dan jasa. Strategi bisnis atau strategi bersaing biasanya dikembangkan dalam level devisi dan menekankan pada perbaikan posisi persaingan produk barang atau jasa perusahaan dalam industri khusus atau segmen pasar yang dilayani oleh devisi tersebut. Strategi fungsional menekankan terutama pada pemaksimalan sumber daya produktivitas, misalnya strategi pemasaran, strategi keuangan, strategi sumber daya manusia, strategi operasi, dan strategi penelitian dan pengembangan.
  1. Strategi korporasi menurut Bateman T.S. dan Snell S.A. (2008:173) adalah mengidentifikasi sekumpulan bisnis, pasar atau industri di mana suatu organisasi bersaing, dan distribusi sumber daya antara badan-badan usaha tersebut. Strategi korporasi terdiri atas: 
  2. Strategi konsentrasi (concentration) berfokus pada suatu bisnis tunggal yang bersaing di industri tunggal
  3. Strategi vertikal (vertical integration) mencakup perluasan wewenang organisasi ke dalam saluran pasokan atau ke distributor. Integrasi ini biasanya digunakan untuk mengurangi ketidakpastian dan mengurangi biaya terkait dengan pemasok dan distributor
  4. Strategi diversifikasi konsentris (concentric diversification) mencakup perpindahan ke dalam suatu bisnis baru yang berhubungan dengan bisnis inti dari perusahaan. Strategi ini dipilih untuk memanfaatkan kekuatan mereka dalam satu bisnis untuk menghasilkan keuntungan dalam bisnis lainnya. Karena bisnis-bisnis ini saling berhubungan maka produk, pasar, teknologi, atau kapabilitas yang digunakan pada satu bisnis dapat ditransfer ke bisnis lainnya
  5. Strategi diversifikasi konglomerasi (conglomerate diversification) merupakan strategi korporasi yang meliputi perluasan ke dalam bisnis-bisnis yang tidak berhubungan. Strategi ini dipilih untuk meminimalkan resiko akibat adanya fluktuasi dalam satu industri.

Bateman T.S. dan Snell S.A. (2008:175-1976), menjelaskan strategi bisnis dibuat setelah tim manajemen tingkat atas dan dewan membuat keputusan stratejik korporasi, para eksekutif harus menentukan cara mereka akan bersaing pada masing-masing area bisnis. Strategi bisnis (business strategy) menjelaskan aksi-aksi utama yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk memperkuat posisi kompetitifnya di pasar. Strategi bisnis terdiri atas strategi biaya rendah (low-cost strategies) dan strategi diferensiasi (differentiation strategy). Bisnis yang menggunakan biaya rendah mencoba menjadi lebih efisien dan menawarkan sebuah produk standar, tanpa embel-embel kemewahan apapun.  Bisnis yang menggunakan strategi diferensiasi perusahaan mencoba untuk menjadi unik dalam industri atau segmen pasar pada beberapa dimensi yang bernilai bagi konsumen. Posisi berbeda atau unik ini dalam industri seringkali didasarkan pada kualitas produk yang tinggi, pemasaran serta distribusi yang baik, atau pelayanan yang unggul.

Dijelaskan Bateman T.S. dan Snell S.A. (2008:1976),  strategi fungsional (functional strategies) diterapkan oleh masing-masing area fungsional dalam organisasi untuk mendukung strategi bisnisnya. Area-area fungsional pada umumnya meliputi produksi, sumber daya manusia, pemasaran, penelitian dan pengembangan, keuangan, dan distribusi.


Pengertian Kebijakan


Kebijakan adalah aturan tertulis yang merupakan keputusan formal organisasi, yang bersifat mengikat, yang mengatur perilaku dengan tujuan untuk menciptakan tatanilai baru dalam masyarakat,. Kebijakan akan menjadi rujukan utama para anggota organisasi atau anggota masyarakat dalam berperilaku. Kebijakan pada umumnya bersifat problem solving dan proaktif. Berbeda dengan Hukum (Law) dan Peraturan (Regulation), kebijakan lebih bersifat adaptif dan intepratatif, meskipun kebijakan juga mengatur “apa yang boleh, dan apa yang tidak boleh”. Kebijakan juga diharapkan dapat bersifat umum tetapi tanpa menghilangkan ciri lokal yang spesifik. Kebijakan harus memberi peluang diintepretasikan sesuai kondisi spesifik yang ada.

Masih banyak kesalahan pemahaman maupun kesalahan konsepsi tentang kebijakan. Beberapa orang menyebut policy dalam sebutan ”kebijaksanaan”, yang maknanya sangat berbeda dengan kebijakan. Istilah kebijaksanaan adalah kearifan yang dimiliki oleh seseorang, sedangkan kebijakan adalah aturan tertulis hasil keputusan formal organisasi.

Contoh kebijakan adalah: (1) Undang-Undang, (2) Peraturan Pemerintah, (3) Keppres, (4) Kepmen, (5) Perda, (6) Keputusan Bupati, dan (7) Keputusan Direktur. Setiap kebijakan yang dicontohkan di sini adalah bersifat mengikat dan wajib dilaksanakan oleh obyek kebijakan. Contoh di atas juga memberi pengetahuan pada kita semua bahwa ruang lingkup kebijakan dapat bersifat makro, meso, dan mikro.

Analisis kebijakan adalah suatu aktivitas intelektual dan praktis yang ditujukan untuk menciptakan, menerapkan, secara kritis menilai, dan mengkomunikasikan substansi kebijakan. Proses analisis kebijakan terdiri atas tiga tahap utama yang saling terkait, yang secara bersama-sama membentuk siklus aktivitas yang komplek dan tidak linear.




STRATEGI ORGANISASI

PENGERTIAN (Chandler Jr)
•Penetapan tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran jangka panjang yang bersifat mendasar bagi sebuah organisasi, yang dilanjutkan dengan penetapan rencana aktivitas dan pengalokasian sumberdaya yang diperlukan guna mencapai sasaran-sasaran tersebut.

STRATEGI
•Strategi merupakan penerjemahan dari analisis lingkungan dan analisis terhadap kemampuan internal atau kapabilitas organisasi, yang selanjutnya diterjemahkan ke dalam struktur organisasi. Sumber: Robbins, 1990: 123

BAGAIMANA STRATEGI DISUSUN
PLANNING MODE / rasional: yakni mereka yang meyakini bahwa strategi adalah suatu perencanaan atau seperangkat panduan eksplisit yang disusun sebelum organisasi menggambil tindakan
evolutionary mode / emergent, melihat bahwa strategi tidak mesti berupa suatu perencanaan yang sistematis dan terperinci. Mengambil keputusan strategis secara bertahap atau selangkah demi selangkah, sejalan dengan perkembangan organisasi itu sendiri, sebelum pada akhirnya menjadi suatu strategi yang utuh dan lengkap.

PENYUSUNAN STRATEGI –Model Rasional
1.Analisis
2.Formulasi
3.Implementasi


 UNSUR YANG MEMPENGARUHI STRATEGI
empat dimensi pokok dalam strategi (Robbins, 1990: 125),
Inovasisecarakhususdilakukanolehperusahaan-perusahaanyang mengutamakaninovasisebagaisumberkeunggulanbersaing.
DiferensiasiPasarditujukanuntukmenciptakanloyalitaskonsumenmelaluisuatuprodukataujasayang bersifatunik, dalamartiberbedadariapayang telahadadipasar.
Jangkauan (Breadth) adalah penetapan ruang lingkup pasar yang akan dilayani oleh organisasi: ragam atau jenis konsumen, cakupan geografisnya, dan jenis produk atau jasa yang akan ditawarkan.
Pengendalian Biaya (Cost-Control)dimaksudkan adalah sejauh mana perusahaan mengontrol biaya atau anggaran secara ketat.

PERBEDAAN STRATEGI & TUJUAN

·         TUJUAN
mengacu kepada tujuan-tujuan akhir organisasi (ends),
tujuan-tujuan organisasi adalah bagian dari strategi.
tujuan-tujuan organisasi lebih mengacu ke dalam (internal), yakni apa-apa yang ingin dicapai berdasarkan kapabilitas dan sumberdaya yang tersedia dalam organisasi;
·         STRATEGI
mengacu kepada tujuan-tujuan akhir organisasi (ends) dan cara-cara mencapainya (means).
strategi lebih menekankan keluar (eksternal), yakni bagaimana mencocokkan kapabilitas dan sumberdaya internal (kelemahan dan kekuatan organisasi) dengan ”peluang dan ancaman” lingkungan sedemikian rupa agar tujuan-tujuan tersebut dapat

TINGKATAN DALAM STRATEGI ORGANISASI
corporate strategy,Untuk perusahaan atau organisasi yang memiliki lebih dari satu unit bisnis.Tujuan dari strategi korporat adalah mengidentifikasi dan mengimplementasikan sinergi di antara unit-unit bisnis
bussines strategy.Pada level unit bisnis, masing-masing pengelola juga perlu menyusun strategi bagi unitnyaperusahaan multi-bisnis masing-masing divisi akan mengembangkan strateginya sendiri berkaitan dengan produk atau jasa yang ditawarkan, kelompok konsumen yang menjadi sasaran, harga yang akan dipasang, dan seterusnya. Titik-beratnya adalah memperkuat daya saing unit bisnis.
functional strategy. pada level yang lebih rendah, yakni level operasional kita menemukan pula strategi lain. Setiap fungsi di dalam suatu unit bisnis, biasanya merumuskan strategi tersendiri dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya


STRATEGI DAN KINERJA PERUSAHAAN
Diukur dengan Balanced Scorecard (BSC): pengukuran kinerja, dimana perspektif finansial diletakkan dalam keseimbangan dengan 3 persepektif lain, non finansial:
1.Perspektif Pelanggan
2.Perspektif Proses internal
3.Perspektif Learning and Growth

EMPAT PERSPEKTIF DALAM MENYUSUN STRATEGI
Strategi Finansial, yakni strategi mengelola pertumbuhan, tingkat keuntungan, dan resiko.
Strategi Pelanggan, yaitu strategi untuk menciptakan nilai dan diferensiasi produk. Ini dilihat dari kacamata pelanggan.
Strategi Proses internal, yakni penentuan proses-proses internal strategis, yang mampu untuk menciptakan kepuasan pelanggan dan pemilik saham.
Strategi Learning and Growth, yakni strategi untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi pembelajaran organisasi, inovasi dan pertumbuhan

Menurut Minztberg (1990), ada dua faktor yang menentukan posisi penyusun strategi dalam organisasi, yaitu
kompleksitas (complexity) dan
tingkat perubahan (rate of change).

 
;