PENGARAHAN DAN PENGEMBANGAN DALAM ORGANISASI KEPERAWATAN
AKADEMI KEPERAWATAN YAYASAN NOTOKUSUMO YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2011/2012
BAB I
PENDAHULUAN
1.1LATAR BELAKANG
Manajemen
merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam menjalankan
suatu kegiatan di organisasi. Dimana di dalam manajemen tersebut
mencakup kegiatan koordinasi dan supervisi terhadap staf, sarana dan
prasarana dalam mencapai tujuan organisasi.
Manajemen
juga diartikan sebagai suatu organisasi bisnis yang memfokuskan pada
produksi dan dalam banyak hal lain untuk menghasilkan suatu keuntungan
(Nursalam, 2003).
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengokoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Menurut Wijono (2000), mengartikan supervisi sebagai kegiatan yang merencanakan, mengarahkan, membimbing, mengajar, mengobservasi, mendorong, memperbaiki, memercayai, dan mengevalusi secara berkesinambungan anggota secara menyeluruh sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan yang di miliki anggota.
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengokoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Menurut Wijono (2000), mengartikan supervisi sebagai kegiatan yang merencanakan, mengarahkan, membimbing, mengajar, mengobservasi, mendorong, memperbaiki, memercayai, dan mengevalusi secara berkesinambungan anggota secara menyeluruh sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan yang di miliki anggota.
Pengarahan
adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok
berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan
usaha-usaha organisasi.
Organisasi
yang tidak secara maksimal menerapkan fungsi pengarahan, dapat
mengakibatkan antara lain : karyawan kurang disiplin, karyawan dalam
bekerja tidak sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah
ditetapkan, atau bahkan karyawan kurang bisa menghargai peran dan fungsi
pimpinan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut ”Bagaimana Peranan Pengarahan Dalam Suatu organisasi
1.3 TUJUAN
1. Memberikan gambaran tentang definisi pengarahan
2. Menjelaskan tentang fungsi pengarahan dalam suatu manajemen
3. Menjelaskan arti penting pengarahan dalam suatu manajemen.
1.4 MANFAAT
1. Menambah literatur tentang pengarahan dalam organisasi
2. Mengetahui fungsi pengarahan
3. Meningkatkan pemahaman tentang peranan pengarahan bagi manajemen
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN MANAJEMEN
Manajemen
adalah bagaimana cara mengatur, membimbing dan memimpin semua orang
yang menjadi bawahannya agar usaha yang sedang dikerjakan dapat mencapai
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.Banyak ahli yang memberikan definisi tentan manajemen, diantaranya:
1. Harold Koontz & O’ Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” mengemukakan, “Manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain” (Dayat, n.d,p.6).
1. Harold Koontz & O’ Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” mengemukakan, “Manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain” (Dayat, n.d,p.6).
2. George R. Terry dalam buku dengan judul “Principles of Management” memberikan definisi: “Manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya” (Dayat, n.d,p.6).
3.Ensiclopedia of The Social Sciences Manajemen diartikan sebagai proses pelaksanaan suatu tujuan tertentu yang diselenggarakan dan diarvasi.
4. Mary Parker Follet
Manajemen adalah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui oranglain
5.Thomas
H.Nelson Manajemen perusahaan adalah ilmu dan seni memadukan ide-ide,
fasilitas, proses, bahan dan orang-orang untuk menghasilkan barang atau
jasa yang bermanfaat dan menjualny dengan menguntungkan.
6.G.R.Terri,
Manajemen diartikan sebagai proses yang khas yang terdiri atas
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan
untuk menentukan dan usaha mencapai sasaran-sasaran dengan memanfaatkan
sumber daya manusia dan sumberdayalainnya.
7.James A.F.Stoner
Manajemen
diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan,
dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan menggunakan
semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
8.Oei Liang L Manajemen adalah ilmu dan seni perencananaan pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan sumber daya manusia dan alam, terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
B. PRINSIP MANAJEMEN
Prinsip
manajemen adalah dasar-dasar atau pedoman kerja yang bersifat pokok
yang tidak boleh diabaikan oleh setiap manajer/pimpinan. Dalam
prakteknya harus diusahakan agar prinsip-prinsip manajemen ini hendaknya
tidak kaku, melainkan harus luwes, yaitu bisa saja diubah-ubah sesuai
dengan kebutuhan.
Prinsip-prinsip manajemen :
· Pembagian kerja yang berimbang
· Pemberian kewenangan dan rasa tanggung jawab yang tegas dan jelas
· Disiplin
· Kesatuan perintah
· Kesatuan arah
C. FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
Menurut Dalton E.M.C. Farland (1990) dalam “Management Principles and Management”, fungsi manajemen terbagi menjadi :
· Perencanaan (Planning)
· Pengorganisasian (Organizing)
· Pengawasan (Controlling)
Menurut George R. Ferry (1990) dalam “Principles of Management”
· Perencanaan (Planning)
· Pengorganisasian (Organizing)
· Pengawasan (Controlling).
· Pelaksanaan (Activating).
Menurut H. Koontz dan O’Donnel (1991) dalam “The Principles of Management”
· Perencanaan (Planning)
· Pengorganisasian (Organizing)
· Pengawasan (Controlling)
· Pengarahan(Directing).
1. Perencanaan (planning)
· Gambaran apa yang akan dicapai
· Persiapan pencapaian tujuan
· Rumusan suatu persoalan untuk dicapai
· Persiapan tindakan – tindakan
· Tiap – tiap organisasi perlu perencanaan
2. Pengorganisasian (organizing)
merupakan pengaturan setelah rencana, mengatur dan menentukan apa tugas pekerjaannya macam, jenis, unit kerja, alat – alat, keuangan dan fasilitas.
3. Penggerak (actuating)
Ciptakan suasana bekerja bukan hanya karena perintah, tetapi harus dengan kesadaran sendiri, termotivasi secara interval.
4. Pengendalian / pengawasan (controling)
tujuan
dapat tercapai sesuai dengan rencana, apakah orang – orangnya, cara dan
waktunya tepat. Pengendalian juga berfungsi agar kesalahan dapat segera
diperbaiki.
5. Penilaian (evaluasi)
proses pengukuran dan perbandingan hasil – hasil pekerjaan yang seharusnya dicapai.
D. PENGARAHAN
1. Definisi Pengarahan
a. Pengarahan
(Direction) adalah keinginan untuk membuat orang lain mengikuti
keinginannya dengan menggunakan kekuatan pribadi atau kekuasaan jabatan
secara efektif dan pada tempatnya demi kepentingan jangka panjang
perusahaan.
b. Pengarahan
merupakan petunjuk untuk melaksanakan sesuatu,atau perintah resmi
seseorang pimpinan kepada bawahannya berupa petunjuk untuk melaksanakan
sesuatu
c. Pengarahan
yaitu memberi petunjuk dan menjelaskan tugas secara rinci agar dapat
terselesaikan dengan baik.(kamus lengkap bahasa indonesia).
2. Pengarahan Dan Pengembangan Organisasi (Komunikasi)
Tujuan utama pengarahan yaitu fungsi memberikan perintah atau arahan. Selain itu juga termasuk kegiatan kepemimpinan, bimbingan, motivasi dan pengarahan agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif.
Tujuan utama pengarahan yaitu fungsi memberikan perintah atau arahan. Selain itu juga termasuk kegiatan kepemimpinan, bimbingan, motivasi dan pengarahan agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif.
Pengarahan
dan pengembangan organisasi dalam berkomunikasi merupakan hal yang
saling berkaitan karena dalam mengarahkan dan mengembangkan organisasi
sangat di butuhkannya komunikasi yang baik untuk membantu kelancaran
kegiatan organisasi. Komunikasi merupakan hal penting dalam manajemen
untuk menyampaikan perintah, informasi, berita, laporan maupun dalam hal
menjalin hubungan antara seseorang dengan orang lain.
3. ProsesKomunikasi
a. Komunikator (giver) mempunyai ide yang merangsangnya/stimulus untuk disampaikan kepada komunikan (receiver).
b. Ide dialihkan ke dalam lambang-lambang komunikasi
c. Lambang/simbol tersebut dikeluarkan melalui saluran
d. Simbol komunikasi dipersepsi, ditafsirkan, jika dimengerti, maka
e. Terjadi action/feed back/kelakuan dan timbullah interaksi.
a. Komunikator (giver) mempunyai ide yang merangsangnya/stimulus untuk disampaikan kepada komunikan (receiver).
b. Ide dialihkan ke dalam lambang-lambang komunikasi
c. Lambang/simbol tersebut dikeluarkan melalui saluran
d. Simbol komunikasi dipersepsi, ditafsirkan, jika dimengerti, maka
e. Terjadi action/feed back/kelakuan dan timbullah interaksi.
4. Hambatan komunikasi
a. Hambatan sistematis adalah hambatan bahasa yang disebabkan kata-kata atau kalimat yang dipergunakan yang artinya bermacam-macam.
b. Hambatan teknis adalah hambatan yang disebabkan oleh alat-alat teknis yang dipergunakan kurang baik/rusak, misalnya mikropon kurang baik, telepon kurang baik dll.
c. Hambatan biologis adalah hambatan yang ditimbulkan oleh kurang baiknya pendengaran/ucapan komunikator, misalnya tuli,gagu.
d. Hambatan physiologis adalah hambatan kejiwaan yang disebabkan oleh perbedaan status, keadaan. Misalnya mahasiswa yang sedang ujian sidang.
e. Hambatan persepsi adalah hambatan yang disebabkan kurang mampunya penangkapan, daya nalar komunikan dll, sehingga ia menafsirkan isi pesan berbeda dengan apa yang dimaksudkan oleh komunikator.
b. Hambatan teknis adalah hambatan yang disebabkan oleh alat-alat teknis yang dipergunakan kurang baik/rusak, misalnya mikropon kurang baik, telepon kurang baik dll.
c. Hambatan biologis adalah hambatan yang ditimbulkan oleh kurang baiknya pendengaran/ucapan komunikator, misalnya tuli,gagu.
d. Hambatan physiologis adalah hambatan kejiwaan yang disebabkan oleh perbedaan status, keadaan. Misalnya mahasiswa yang sedang ujian sidang.
e. Hambatan persepsi adalah hambatan yang disebabkan kurang mampunya penangkapan, daya nalar komunikan dll, sehingga ia menafsirkan isi pesan berbeda dengan apa yang dimaksudkan oleh komunikator.
5. Fungsi Pengarahan/Directing/Leading
Fungsi
pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan
efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan
lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.
Manajer dan fungsi pengarahan (managersand The function of leading
1.Menyediakan suatu visi.
1.Menyediakan suatu visi.
2. Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuanumum.
3. Meliputi tidak hanya instruksi bagaimana cara menyelesaikan suatu tugas tetapi insentif untuk melakukannya dengan tepat dan dengancepat.
3. Meliputi tidak hanya instruksi bagaimana cara menyelesaikan suatu tugas tetapi insentif untuk melakukannya dengan tepat dan dengancepat.
4. Untuk bisa efektif harus mempunyai prakarsa.
Suharsimi
arikunto (1988) memberikan pengertian pengarahan sebagaipenjelasan,
petunjuk serta pertimbangan dan bimbingan terhadap para petugas yang
terlibat, baik secara structural maupun fungsional agar pelaksanaan
tugas dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan pengarahan dapat dilakukan
dengan berbagai cara antara lain dengan
a. Melaksanakan orientasi tentang pekerjaan yang akan dilakukanindividu ataukelompok
b.
Memberikan petunjuk umum dengan petunjuk khusus baik secara lisan
maupun tertulis,secara langsung ataupun tak langsung(Suharsimi, 1988).
E. PENGGERAKAN
Definisi:
Melakukan kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau dan suka bekerja dalam rangka menyelesaikan tugas .
Penggerakan mempunyai arti dan peranan yang sangat penting. Sebab
diantara fungsi manajemen lainnya, maka penggerakan merupakan fungsi
secara langsung berhubungan dengan manusia (pelaksana). Dengan ini
fungsi penggerakan inilah, maka ketiga fungsi manajemen yang lain baru
efektif. Penggerakan
adalah aktivitas pokok dalam manajemen yang mendorong dan menjuruskan
semua bawahan agar berkeinginan, bertujuan bergerak untuk mencapai
maksud-maksud yang telah ditentukan dan mereka berkepentingan sertabersatu padu dengan rencana usaha organisasi.
Penggerakan
juga dapat didefinisikan pula sebagai keseluruhan usaha, cara, teknik,
dan metode untuk mendorong para anggota oraganisasi agar mau dan ikhlas
bekerja sebaik mungkin demi terciptanya tujuan organisasi dengan
efektif, efisien, dan ekonomis.
penggerakan merupakan kegiatan manajemen untuk membuat orang lain suka dan dapat bekerja. Pada dasarnya menggerakan orang lain bukanlah hal yang mudah. Untuk dapat menggerakanya dituntut bahwa manajemen hendaklah mampu atau seni untuk menggerakan orang lain. Kemempuan atau seni menggerakan orang lain itu disebut kepemimpinan atau leadership.
penggerakan merupakan kegiatan manajemen untuk membuat orang lain suka dan dapat bekerja. Pada dasarnya menggerakan orang lain bukanlah hal yang mudah. Untuk dapat menggerakanya dituntut bahwa manajemen hendaklah mampu atau seni untuk menggerakan orang lain. Kemempuan atau seni menggerakan orang lain itu disebut kepemimpinan atau leadership.
Dari
beberapa definis diatas maka dapatlah dirumuskan bahwa penggerakan
merupakan kegiatan manajemen untuk menggerakan dan membuat orang lain
suka dan dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
secara efektif dan efisien, sehingga tindakan-tindakan yang telah
dilakukan menyebabakan suatu organisasi dapat berjalan.
Adapun berupa istilah yang sering digunkan untuk maksud penggerakan misalnya :
1.leading,atau menghantar
2.directing,memberi petunjuk atau arahan
3.motivating,memberi motivasi/dorongan/alas an orang lain suka mengikutinya
4.comanding,memberi perintah kepada bawahan
Adapun berupa istilah yang sering digunkan untuk maksud penggerakan misalnya :
1.leading,atau menghantar
2.directing,memberi petunjuk atau arahan
3.motivating,memberi motivasi/dorongan/alas an orang lain suka mengikutinya
4.comanding,memberi perintah kepada bawahan
Berdasarkan
beberapa pengertian penggerakan, maka penggerakan terdiri dari beberapa
langkah-langkah yang mempunyai peranan penting dalam proses
penggerakan, diantaranya sebagai berikut:
1.motivasi
2.pembimbingan
3.penjalinan hubungan
4.penyelenggaraan pemberian komunikasi
5.pengembanganataupeningkatanpelaksana
1.motivasi
2.pembimbingan
3.penjalinan hubungan
4.penyelenggaraan pemberian komunikasi
5.pengembanganataupeningkatanpelaksana
Faktor-faktor yang diperlukan dalam penggerakan diantaranya :
1.Kepemimpinan(leadership)
2.SikapdanMoril(attitudeandmorale)
3.Tatahubungan(Communicatio)
4.Perangsang(Incentive)
1.Kepemimpinan(leadership)
2.SikapdanMoril(attitudeandmorale)
3.Tatahubungan(Communicatio)
4.Perangsang(Incentive)
Tipe-tipe pergerakan:
- Kepemimpinan
- Motivasi kerja
KISS & komunikasi (koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplifikasi)
PENGGERAKAN DAN PELAKSANA (AKTUASI)
Tujuan fungsi Aktuasi
1) Menciptakan kerja sama yang lebih efisien
2) Mengembangkan kemampuan danketerampilan staf
3) Menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan
4) Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang meningkatkan motivasi dan prestasi kerja staf.
5) Membuat organisasi berkembang secara dinamis.
Aktuasi
lebih memusatkan perhatian pada pengelolaan sumber daya manusia. Atas
dasar itu fungsi actuating sangat erat hubungannya dengan ilmu-ilmu
tentang perilaku manusia. Seorang manajer yang ingin berhasil
menggerakan karyawannya agar bekerja lebih produktif, harus memahami dan
menerapkan ilmu psikologis, ilmu komunikasi, kepemimpinan, dan
sosiologi.
Fungsi aktuasi haruslah dimulai pada diri manajer selaku pimpinan organisasi.
Fungsi aktuasi haruslah dimulai pada diri manajer selaku pimpinan organisasi.
Manajer
harus menunjukkan kepada stafnya bahwa ia mempunyai tekad untuk
mencapai kemajuan dan peka terhadap lingkungannya. Ia harus mempunyai
kemampuan bekerja sama dengan orang lain secara harmonis. Persoalan
organisasi melalui pengamatan; ia juga harus objektif menghadapi
perbedaan dan persamaan karakter stafnya baik sebagai individu maupun
kelompok manusia (mempunyai kekuatan dan kelemahan), tidak mungkin akan
mampu mempunyai kebutuhan yang bersifat individu (pribadi), dan sosial.
Pada diri manusia kadang-kadang muncul juga sifat-sifat emosina.
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT FUNGSI AKTUAS
Kegagalan
manajer menumbuhkan motivasi staf merupakan hambatan utama fungsi
katusi. Hal ini dapat terjadi karena manajer kurang memahami hakekat
perilaku dan hubungan antar manusia. Seorang manajeryang berhasil akan
menggunakan pengetahuannya tentang perilaku manusia untuk menggerakan
stafnya agar bekerja secara optimal dan produktif.
Salah seorang pelopor yang memperkenalkan teori tentang perilaku manusi adalah Abraham H. Maslow. Teorinya membahas tentang jenjang (tingkatan) kebutuhan manusia (Hierarchy of needs) yaitu sebagai berikut:
Salah seorang pelopor yang memperkenalkan teori tentang perilaku manusi adalah Abraham H. Maslow. Teorinya membahas tentang jenjang (tingkatan) kebutuhan manusia (Hierarchy of needs) yaitu sebagai berikut:
1) Kebutuhan untuk keseimbangan faali (physical needs)
2) Kebutuhan untuk rasa aman dan tentram (security needs)
3) Kebutuhan untuk diterima oleh lingkungan sosialnya (social needs)
4) Kebutuhan untuk diakui (self esteem needs)
5) Kebutuhan untuk menunjukkan kemampuan diri (actualization needs)
Jika dikaji tingkatan kebutuhan kelompok manusia dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya dan negara maju, akan dapat ditarik kesimpulan bahwa kebutuhan masyarakat di negara berkembang seperti fisik, rasa aman, dan diterima oleh lingkungannya akan mendapat prioritas lebih besar dibandingkan kelompok masyarakat di negara maju. Kebutuhan pokok masyarakat di negara maju seperti sandang, pangan, rokok, dan pendapatan minimum yang sudah ditetapkan sehingga kebutuhan aktualisasi diri dan staf esteem akan lebih menonjol pada para pimipnan.
Ø PEMBAGIAN KERJA
- Pendidikan dan pengalaman kerja karyawan.
- Peran dan fungsi perawat di RS.
- Ruang lingkup tugas kabid keperawatan dan kedudukan dalam organisasi.
- Batas wewenang dan tanggung jawab.
- Hal yang dapat didelegasikan kepada staf dan kepada tenaga non keperawatan.
* Job dikripsi.
* Pengembangan prosedur.
* Deskripsi hasil kerja.
- Pendidikan dan pengalaman kerja karyawan.
- Peran dan fungsi perawat di RS.
- Ruang lingkup tugas kabid keperawatan dan kedudukan dalam organisasi.
- Batas wewenang dan tanggung jawab.
- Hal yang dapat didelegasikan kepada staf dan kepada tenaga non keperawatan.
* Job dikripsi.
* Pengembangan prosedur.
* Deskripsi hasil kerja.
Ø Jumlah tugas.
Ø Perincian aktivitas/ruangan.
Ø Perincian tugas yang jelas.
Ø Variasi tugas.
Ø Penggolongan tugas berdasarkan kesulitan/waktu.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMULAN
Manajemen
merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam menjalankan
suatu kegiatan di organisasi. Dimana di dalam manajemen tersebut
mencakup kegiatan koordinasi dan supervisi terhadap staf, sarana dan
prasarana dalam mencapai tujuan organisasi.
Manajemen
juga diartikan sebagai suatu organisasi bisnis yang memfokuskan pada
produksi dan dalam banyak hal lain untuk menghasilkan suatu keuntungan
(Nursalam, 2003).
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengokoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Menurut Wijono (2000), mengartikan supervisi sebagai kegiatan yang merencanakan, mengarahkan, membimbing, mengajar, mengobservasi, mendorong, memperbaiki, memercayai, dan mengevalusi secara berkesinambungan anggota secara menyeluruh sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan yang di miliki anggota.
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengokoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Menurut Wijono (2000), mengartikan supervisi sebagai kegiatan yang merencanakan, mengarahkan, membimbing, mengajar, mengobservasi, mendorong, memperbaiki, memercayai, dan mengevalusi secara berkesinambungan anggota secara menyeluruh sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan yang di miliki anggota.
Pengarahan
adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok
berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan
usaha-usaha organisasi.
Melakukan kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau dan suka bekerja dalam rangka menyelesaikan tugas .
Penggerakan mempunyai arti dan peranan yang sangat penting. Sebab
diantara fungsi manajemen lainnya, maka penggerakan merupakan fungsi
secara langsung berhubungan dengan manusia (pelaksana). Dengan ini
fungsi penggerakan inilah, maka ketiga fungsi manajemen yang lain baru
efektif. Penggerakan
adalah aktivitas pokok dalam manajemen yang mendorong dan menjuruskan
semua bawahan agar berkeinginan, bertujuan bergerak untuk mencapai
maksud-maksud yang telah ditentukan dan mereka berkepentingan sertabersatu padu dengan rencana usaha organisasi.

0 komentar:
Posting Komentar