TENTANG SEBUAH NAMA
sebuah dinding sejarah, datang menyapaku ramah menuliskan sepertiga
cerita tahun-tahun lalu. seperti dalam hatinya ia ingin menuliskan
beberapa kata-kata.
(ada sebuah nama yang lupa kita tuliskan namanya, diantara deret
kelas-kelas yang kosong. menyimpan keraguan yang terkadang hanya sebuah
ingatan masa-masa lampau, tapi tak juga berlalu. hanya menyisakan sebuah
abu).
ada kata-kata yang ingin terlepas, tapi terkadang ada yang menghalang.
mungkin, hanya sebuah denyar yang disampaikan pada setiap relung hatinya
yang ingin berkata, namun hanya ada samar yang terdengar.
(seberkas cahaya senja, datang seperti cerita masa lalu. ia hinggap,
pada senyap dan lupa menuliskannya pada sebuah nama. pagi. mungkin hanya
pagi yang akan membuatnya kembali. lagi)
dengan kata apa yang akan kulukiskan, meski hanya sebuah namamu, namaku,
juga mungkin ia yang kceritakan dalam sebuah sajak. meski sederhana,
tapi banyak mengisahkan semua yang ada tentangnya.
(kudengar, derau orang-orang yang berkicau, dari kejauhan. melengking
nyaring suara-suara nyanyian. meski hanya lagu-lagu sendu, yang
sepertinya bercerita tentangmu).
di baris akhir cerita itu, aku lupa menuliskan tentang siapa dan dimana,
yang kutahu hanya ada garis cahaya yang melengkung-lengkung tiap kali
ku memandangnya, di tempat ini. adakalanya hanya sebuah ucap, ataukah
hanya cakap yang tersekap, diantara keduanya. seperti datang
nyanyi-nyanyi sunyi yang mendekap.
(perlahan, kata-kata itu pun bersatu, menyatukan cerita-cerita, yang tak juga tiada).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar