Kamis, 28 November 2013

86.MY NOTES 2

“Ia pergi seperti kilatan,
namun sakitnya amat perlahan;
(seperti) pisau yang membentuk sayatan luka kenangan tanpa iba,
hingga air mata pun hanya memperparah saja”
—————————————————
“moon is the way to keep sun shining the world although it’s sunk by night;
sincerity is the way i love you although the bitterness of losing haunt me”
“rembulan adalah cara mentari untuk tetap menyinari dunia meski gelap malam menenggelamkannya;
ketulusan adalah caraku mencintaimu meski pahit kenangan membayangiku”
—————————————————
“i don’t love you with haste, because my longing is serenity,
i don’t love you in hurry, because my blithesome is sincerity”
“aku enggan mencintaimu dengan tergesa-gesa,
sebab rinduku adalah ketenangan,
aku enggan meraihmu dengan terburu-buru,
sebab kebahagiaanku adalah ketulusan”
—————————————————
“like you is the sincerity,
admire you is the beauty,
love you is the purity,
and blithesome with you is an unsaid difficult thing”
“menyukaimu adalah ketulusan,
mengagumimu adalah keindahan,
mencintaimu adalah kesucian,
dan bahagia bersamamu adalah hal yang sulit terucapkan”
—————————————————
“aku mengagumimu begitu saja,
seperti serbuk bunga yang rela tertiup angin;
aku mencintaimu sederhana saja,
seperti awan yang membiarkan turun hujan badai yang dingin”
—————————————————
“terkadang,
metafor (adalah) cara yang tepat untuk mengungkapkan (perasaan) yang tetap menyembunyikan makna,
meletakkan kenangan pada tempatnya,
memberi ruang untuk rasa,
dan menahan dari kejutan cinta yang selalu (datang) tiba-tiba”
—————————————————
“Engkau adalah taman yang hadir sebelum benih kebahagiaan disemaikan;
Engkau adalah keindahan yang hadir lebih dulu sebelum tulisan ku diselesaikan;
Engkau adalah awal kerinduan, tujuan dari setiap penantian,
juga cobaan”
—————————————————
“if you fix a bug, sometimes there’s no guarantee will bring up another bug”
—————————————————
“there is nothing to be feared except a result of our own actions”
—————————————————
“badai pasti berlalu, tapi meninggalkan bekas porak poranda”
—————————————————
“kalaupun tahun ini harus banjir, itu adalah luapan kekagumanku padamu yang sudah tak terbendung lagi oleh dinding keraguan dan limit endapan dalam hati dan pikiran”
—————————————————
“saat mentari mulai merekahkan dirinya di sela bayang fajar, kelembutan bulan disapu latar langit bergradasi, tanyaku: masih adakah harapan untuk hari ini ?”
—————————————————
“semoga yang menduakan ditigakan”

0 komentar:

Posting Komentar

 
;