“life is full of calibration”
—————————————————
“dinginnya boleh, tapi jangan hujan (badai) nya”
—————————————————
“berusaha untuk tidak menjadi orang yang hidupnya hanya menjadi cobaan hidup bagi orang lain”
—————————————————
“sampai batas manakah sudah bisa dikatakan kita telah memberikan harapan lebih kepada seseorang ?
kita tidak pernah saling berjanji ataupun bersumpah;
jika hanya karena aku berbuat baik dan memberikan perhatian itu membuat mu terlalu banyak berharap dariku,
ingatlah,
bukankah hal itu adalah hak perlakuan ku terhadap semua orang ?”
—————————————————
“betapa menakjubkannya jika sesuatu yang selama ini hanya berada di angan-angan,
datang dan menyatakan dirinya tanpa diminta paksa;
tapi sayangnya, aku terlalu tenggelam dalam kegembiraan hingga tak menyadari
bahwa ia hanya sementara, tak selamanya”
—————————————————
“jika terdapat banyak pilihan: 3,4 milyar wanita/pria di dunia ini;
mengapa harus dipersempit dengan hanya melihat dari kepercayaannya yang sama ?”
—————————————————
“jika memang kamu menyimpan kebenaran yang terpancar dengan keindahan sejatimu,
izinkanlah aku mengenali dan memahaminya dengan sederhana,
tidak serumit pikiranku dalam kisah-kisah, tidak sesakit yang sudah-sudah”
—————————————————
“tidak semua sesuatu untuk diketahui dan ditelanjangi sampai bagian terdalamnya bukan?
kadang lebih baik untuk mengetahui sesuatu cukup sampai permukannya saja,
sebab kalau terlalu dalam, bisa merusak esensi dan kesederhanaannya”
—————————————————
“orang lain di luar sana yang tidak tahu aturan dunia kita yang sesungguhnya,
mungkin akan melihat aneh diri kita,
tapi biarlah, tidak semua sesuatu untuk diketahui sampai bagian terdalamnya bukan ?”
—————————————————
“dengan 5 indra yang diriku punya, akan lebih baik jika ada 5 indra lain
yang selalu berada di sisiku, dan lebih baik lagi jika sepasang 5 indra
itu melebur dan ditambah 1 indra:
indra bersama dalam batin kita yang selalu memahami dan saling menuntun”
—————————————————
“dari dulu kita selalu bermain-main dengan hal yang penuh keimplisitan,
kita terlalu menikmati permainan mencari dan menafsirkan,
hingga ada suatu hal yang mungkin terlupa:
bukankah bahagia kurang lengkap jika kita tidak eksplisit menyatakannya ? ”
—————————————————
“kita yakin, kebenaran itu juga suatu keindahan (atau mungkin keindahan yang tertinggi ?);
tapi, pikiranku yang rumit ini tidak sanggup memahami kesederhanaannya”
—————————————————
“ikatan maha halus yang maha kuat ini, jagalah; jangan sampai dirimu sendiri merasa sesak terjerat”
—————————————————
“andai saja kapasitas pikiranku tak terbatas,
tak kan pernah ada fragmen-fragmen yang terbuang begitu saja:
fragmen segala kejadian ruang-waktu tentang kita yang terekam dalam pikiranku,
akan selalu ada segala yang terang maupun yang gelap dan segala yang menyenangkan maupun yang tidak;
tak kan pernah ada fragmen-fragmen yang terlupa:
sebab, semua itu berharga, fragmen-fragmen itulah yang membentuk kita sekarang ”
—————————————————
“jika cinta hanya milik hidup, mengapa hidup diberi masa yang begitu
singkat, dan kematian terasa lebih abadi dan benar-benar memisahkan
keeratan kita?
kalau begitu, kenapa cinta tidak milik kematian saja? ”
—————————————————
“persepsimu adalah hak di alam (dunia) pikiranmu bukan? ”
—————————————————
“Jika kamu terus berlama-lama di sana, di sini, ada hati yang tak tenang”
—————————————————
“hati ini terasa begitu sempit dalam ruang cinta yang luas, sebab
dimanapun hati ini berada, aku merasa, kamu selalu ada di sana, memenuhi
ruang dan sisinya”
—————————————————
“Apa yang telah menyeret kita dari ketenangan dalam ketiadaan dan
ketidaktahuan menjadi sesuatu yang harus siap jalan menanggung beban ?
Mengapa demikian?”
—————————————————
“Keberadaan kita adalah hal yang paling tidak demokratis, kita tidak
dapat menentukan dan ikut campur sejak awal dalam
dongeng-yang-penuh-aturan ini”
—————————————————
“Mungkin lebih bijak setiap sesuatu untuk melihat dan memahami apa yang ditinggalkannya…”
—————————————————
“Jika kenangan itu tentang perpisahan, pertemuan pun selalu terbawa,
Jika tentang keceriaan, ketakutan kesedihan pun terseretnya;
Teringat separuh atau seluruh, tetap saja ia akan membawanya kembali utuh”
—————————————————
“Jarak yang diciptakan oleh waktu memang terlalu jauh daripada yang diciptakan ruang”
—————————————————
“Bukankah orang-orang hanya dapat mengingat masa lalunya tapi tidak bisa mengingat masa depannya?”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar