KONSEP DATA DAN INFORMASI SERTA STRUKTUR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
A. LATAR BELAKANG
Perkembangan sistem
informasi manajemen telah menyebabkan terjadinya perubahan yang cukup
signifikan dalam pola pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen baik pada tingkat operasional
(pelaksana teknis) maupun pimpinan pada semua jenjang.
Perkembangan ini juga telah menyebabkan perubahan-perubahan peran dari para manajer dalam pengambilan keputusan, mereka dituntut untuk selalu dapat memperoleh informasi yang paling akurat dan terkini yang dapat digunakannya dalam proses pengambilan keputusan. Meningkatnya penggunaan teknologi informasi, khususnya internet, telah membawa setiap orang dapat melaksanakan berbagai aktivitas dengan lebih akurat, berkualitas, dan tepat waktu. Setiap organisasi dapat memanfaatkan internet dan jaringan teknologi informasi untuk menjalankan berbagai aktivitasnya secara elektronis. Para manajer di berbagai organisasi juga diharapkan dapat dengan lebih mudah untuk menganalisis kinerjanya secara konstan dan konsisten dengan pemanfaatan teknologi informasi yang tersedia.
Perkembangan ini juga telah menyebabkan perubahan-perubahan peran dari para manajer dalam pengambilan keputusan, mereka dituntut untuk selalu dapat memperoleh informasi yang paling akurat dan terkini yang dapat digunakannya dalam proses pengambilan keputusan. Meningkatnya penggunaan teknologi informasi, khususnya internet, telah membawa setiap orang dapat melaksanakan berbagai aktivitas dengan lebih akurat, berkualitas, dan tepat waktu. Setiap organisasi dapat memanfaatkan internet dan jaringan teknologi informasi untuk menjalankan berbagai aktivitasnya secara elektronis. Para manajer di berbagai organisasi juga diharapkan dapat dengan lebih mudah untuk menganalisis kinerjanya secara konstan dan konsisten dengan pemanfaatan teknologi informasi yang tersedia.
Dalam makalah sistem informasi
manajemen ini, topik-topik yang dibahas antara lain berkenaan
dengan bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dikaitkan dengan pentingnya atau bantuannya dalam proses pengambilan keputusan
manajemen. Selain itu dibahas pula mengenai perkembangan dari
sistem informasi manajemen, tahap-tahap pengembangan sistem,
dan peran penting dari sistem pendukung untuk pengambilan keputusan. Dalam kesempatan ini
penulis akan menjelaskan mengenai struktur sistem informasi manajemen secara
terperinci.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Apakah pengertian dari
struktur sitem informasi manajemen?
2.
Apa saja karakteristik
struktur sistem informasi manajemen?
3.
Bagaimana perkembangan
konsep sistem informasi manajemen?
4. Jelaskan pengertian data dan
informasi?
5. Apa yang di maksud dengan reduksi data?
C. TUJUAN
1.
Memahami pengertian dari
struktur sitem informasi manajemen.
2.
Memahami karakteristik struktur sistem informasi manajemen.
3.
Memahami perkembangan konsep
sistem informasi manajemen.
4.
Memahami komponen fisik sistem informasi manajemen.
5.
Memahami sintesis struktur sistem informasi manajemen.
DATA DAN INFORMASI
A.
DEFINISI
DATA DAN INFORMASI
v Beberapa
definisi tentang data:
·
Menurut berbagai kamus
bahasa Inggris-Indonesia, data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari
kata “datum” yang berarti fakta atau bahan-bahan keterangan.
·
Dari sudut pandang
bisnis, data bisnis (business data) adalah deskripsi organisasi tentang
sesuatu(resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi (business data is
an organization’s description of things (resources)and events (transactions)
that it faces).
·
Data adalah deskripsi
dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.
·
Data adalah kenyataan
yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian adalah
sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Kesatuan nyata adalah berupa suatu
objek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
v Beberapa
definisi tentang informasi dari sumber yang berbeda-beda:
·
Menurut Gordon B. Davis
dalam bukunya Management Informations System : Conceptual Foundations,
Structures, and Development menyebut informasi sebagai data yang telah diolah
menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat
dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan.
·
Menurut Barry E.
Cushing dalam buku Accounting Information System and Business Organization,
dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil pengolahan
data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerimanya.
·
Menurut Robert N.
Anthony dan John Dearden dalam buku Management Control Systems, menyebut
informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah pengetahuan bagi
penggunanya.
·
Menurut Stephen A.
Moscove dan Mark G. Simkin dalam bukunya Accounting Information Systems :
Concepts and Practise mengatakan informasi sebagai kenyataan atau bentuk-bentuk
yang berguna yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis.
v Dari
beberapa penjelasan diatas sehingga dapat disimpulkan bahwa:
·
Data adalah nilai yang
mendeskripsikan dari suatu objek atau kejadian.
·
Informasi adalah hasil dari
pengolahan data dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi
penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian sehingga akan berguna
untuk pengambilan keputusan.
B.
MODEL
SISTEM KOMUNIKASI
b.1. Model dari sistem komunikasi
Pemancar
mengirim data dalam bentuk kode untuk dikirim melalui suatu saluran ke
penerima. Pesan yang datang dari sumber ke pemancar biasanya berupa sandi
(melalui encoder) sehingga ia dapat dikirimkan kembali melalui saluran
komunikasi dan pesan tersebut harus diterjemahkan kembali (melalui decoder)
agar dapat dimengerti oleh di penerima. Saluran tersebut tidak selalu dapat
mengirimkan sandi pesan tersebut dengan sempurna karena adanya gangguan dan
distorsi. Distorsi disebabkan oleh operasi yang diketahui (bahkan disengaja)
dan dapat dikoreksi dengan operasi yang berlawanan. Gangguan merupakan
interferensi random dan tak terduga.

b.2. Terdapat 5 elemen dari Model Sistem Komunikasi
1. INFORMATION
SOURCE : adalah yang memproduksi pesan.
2. TRANSMITTER
(Encoder): yang menyandikan pesan dalam bentuk sinyal.
3. CHANNEL
: adalah saluran pesan.
4. RECEIVER
(Decoder): adalah pihak yang menguraikan atau mengkonstruksikan pesan dari
sinyal
5. DESTINATION : adalah dimana pesan sampai
C.
ENTROPI
DAN REDUDANSI
c.1.
Entropi
Yaitu
konsep acak (randomness), di mana terdapat keadaan yang kemungkinannya tidak pasti.
Entropi timbul jika prediktabilitas / kemungkinannya rendah (low predictable)
dan informasi yang ada tinggi (high information). Berbeda dengan redudansi yang
dipandang sebagai sarana untuk memperbaiki komunikasi, entropi dipandang
sebagai suatu masalah dalam komunikasi. Biasanya dikaitkan dgn khalayak yg
mempunyai tingkat homogenitas tinggi/spesifik.
c.2.
Redudansi
Adalah sesuatu yang bisa diramalkan atau
diprediksikan (predictable) dalam suatu pesan. Apabila prediktabilitasnya
tinggi (high predictable), maka informasinya rendah (low information). contoh :
Jika saya berjumpa dgn seorang teman di jalan dan berkata “Helo”, maka saya
memiliki pesan yang sangat bisa diramalkan atau redundan (Highly predictable,
highly redundant). Redundansi membantu mengatasi kekurangan-kekurangan dari
saluran yang mengalami gangguan. (jalur komunikasi yang noise) contoh :
ejakata: copy c o p y, gift g i f t, dll.
D.
Reduksi
Data
Reduksi data
adalah proses analisis untuk memilih, memusatkan perhatian, meyederhanakan, mengabstraksikan
serta mentransformasikan data yang muncul dari catatan-catatan lapangan
(Patilima, 2005). Mereduksi data berarti membuat rangkuman, memilih hal-hal
pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, mencari tema dan pola, serta membuang
yang dianggap tidak perlu. Reduksi data dilakukan dengan pertimbangan bahwa
data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu perlu
dipilih dan dipilah sesuai dengan kebutuhan dalam pemecahan masalah penelitian.
Dalam mereduksi data setiap peneliti dipandu oleh pertanyaan penelitian yang
harus dijawab berdasarkan data. Bagi peneliti pemula, reduksi data dapat
dilakukan melalui diskusi dengan teman sejawat atau orang yang dipandang ahli
dalam bidangnya.
v Reduksi
data terdiri dari :
·
Klasifikasi data dan
Kompresi Peringkasan & Penyaringan Keorganisasian Inferensi (Pengambilan
Keputusan )Klasifikasi data dan Kompresi Sistem dapat menggolongkan data utk
mengurangi volume data. Klasifikasi secara keseluruhan yg berbeda-beda
menyatakan pemampatan / kompresi data.
·
Klasifikasi data Data
Kualitatif : Berupa kategori yang tidak berbentuk angka Nominal : perlu sub
bagian untuk mengelompokkan dan mendeskripsikan data Ordinal : perlu urutan
peringkat Data Kuantitatif : dinyatakan dengan angka Diskrit : data dalam bilangan
pasti (bulat), diperoleh dengan cara mencacah Kontinyu (continue) : data dalam
bilangan decimal, diperoleh dengan cara menghitung Peringkasan &
Penyaringan Keorganisasian ada banyak transaksi & peristiwa-peristiwa yang
merupakan informasi dalam pengambilan keputusan.
v Reduksi
Data Tingkat peringkasan penyaringan keorganisasian tergantung pada tingkat
pengambil keputusan misalnya :
·
DIREKTUR : meringkas
penjualan dgn total penjualan perdaerah MANAGER
·
PENJUALAN : meringkas
penjualan berdasarkan masing – masing wiraniaga dan berdasarkan produk.
Ø Contoh :
Sikap pelanggan yg diterima wiraniaga, perubahan kebijakan agen-agen &
kondisi keuangan para pensuplai. Pesan-pesan ini diringkas dalam berbagai cara
dalam perjalanannya menuju puncak organisasi. Efisiensi komunikasi tergantung
pada metode keorganisasian utk mendapatkan data & saluran komunikasi yg
tersedia
v Peringkasan
dan Penyaringan keorganisasian
Sistem
perakunan mengelompokkan dan memampatkan data transaksi yang di bu-
tuhkan
untuk tujuan-tujuan perakunan. Tetapi banyak transaksi dan peristiwa lain
mempunyai
hubungan (merupakan informasi) untuk pengambilan keputusan. Beberapa
contoh
adalah sikap pelanggan yang diterima wiraniaga, perubahan kebijakan agen-agen
pemerintah,
dan kondisi keuangan para pensuplai utama. "pesan-pesan ini diringkas
dalam
berbagai
cara dalam perjalanannya menuju puncak organisasi. Efisiensi komunikasi
tergantung
pada metode keorganisasian untuk mendapatkan data dan saluran komunikasi
yang
disedikan bagi mereka. Bila tidak ada prosedur resmi untuk menggolongkan,
meringkas,
dan menyampaikan pada para pengambil keputusan, maka isyarat-isyarat
dapat
tersaing oleh elemen-elemen keorganisasian. Sebagai contoh, keluhan pelanggan
alas
taktik wiraniaga dalai i sebuah distrik penjualan dapat dihambat oleh manajer
penjualan
distrik
yang tidak ingin kritik tersebut menyerangnya dan mungkin menganggap dapat
mengatasi sendiri situasi tersebut.
v Reduksi
DataInferensi (Pengambilan Keputusan )
mereduksi data dengan
cara mengambil keputusan dari seperangkat data & inferens ( bukan data yang
resmi) untuk dikomunikasikan dalam organisasi
Ø Contoh pesan inferensi
: Dugaan peranan lembaga antirust dalam
merger pada periode mendatang. Data ini tidak memiliki kepastian, tetapi
penerima inferensi mengandalkan data ini.
E.
MUTU
INFORMASI
Mengukur
kualitas dari informasi, bisa dilihat dari 3 pilar yang harus diperhatikan:
Akurat Informasi dikatakan akurat yaitu informasi harus jelas mencerminkan
maksud yang disampaikan dan harus bebas dari kesalahan-kesalahan serta tidak
bias atau menyesatkan. Tepat Waktu Informasi yang dikirimkan dan sampai kepada
penerima informasi haruslah tepat waktu dan tidak boleh terlambat. Relevan
Informasi dikatakan relevan apabila informas itsb harus bermanfaat bagi si
penerima informasi. Relevansi informasi yang diterima oleh masing-masing penerima
sangatlah berbeda-beda.
v Mutu
Informasi Nilai dari suatu informasi ditentukan dari 2 hal, yaitu:
1. Manfaat
Informasi
2. Biaya
mendapatkan informasi Dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif
dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Informasi tidak dapat ditaksir
keuntungannya dengan nilai uang, akan tetapi dapat ditaksir dengan nilai
efektivitasnya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dgn analisis
Cost Effectiveness atau Cost Benefit.
v Sumber
– Sumber Kesalahan :
·
Metode pengukuran &
pengumpulan data yang salah
·
Tidak mengikuti
prosedur pengolahan yang benar
·
Data hilang atau tidak terolah
·
Kesalahan batas atau
mengkoreksi data
·
File historis / induk
yang salah
·
Kesalahan dalam
prosedur pengolahan (salah program)
·
Kesalahan yang
disengaja
v Sumber Kesalahan-kesalahan tersebut dapat diatasi
dengan :
·
Pengendalian intern utk
mengatasi kesalahan
·
Audit intern dan
ekstern
·
Menambahkan batas-batas kepercayaan pada data
·
Instruksi pemakai dalam prosedur pengukuran
& pengolahan agar pemakai dapat menilai kesalahan yang mungkin terjadi
v Penyebab
Kesalahan Informasi Menurut Gordon B. Davis, antara lain disebabkan oleh
hal-hal sebagai berikut:
·
Metode pengumpulan dan
pengukuran data yang tidak tepat.
·
Tidak dapat mengikuti
prosedur pengolahan yang benar.
·
Hilang/ tidak
terolahnya sebagian data.
·
Pemeriksaan/ pencatatan
data yang salah.
·
Dokumen induk yang
salah.
·
Kesalahan dalam
prosedur pengolahan (misal : kesalahan program aplikasi komputer yang
digunakan).
·
Kesalahan yang
dilakukan secara sengaja.
v Cara
Mengatasi Penyebab kesalahan tersebut dapat diatasi dengan cara-cara sebagai
berikut:
·
Kontrol sistem untuk
menemukan kesalahan.
·
Pemeriksaan internal
dan eksternal.
·
Penambahan batas
ketelitian data.
·
Instruksi dari pemakai
yang terprogram secara baik dan dapat menilai adanya kesalahan-kesalahan yang
mungkin terjadi.
F.
PENERAPAN
KONSEP INFORMASI PADA RANCANGAN SISTEM INFORMASI
Seperti yang tadi dijelaskan telah memberikan
garis besar konsep informasi dalam teori informasi, reduksi data, mutu
infornlasi, dan usia informasi. Bagian ini meringkaskan penerapan semua konsep
ini ke dalam perancangan sistem informasi.
Maternatika teori informasi telah diterapkan dalam
perancangan sistem komunikasi.
v Matematika
tidak dipakai dalam lingkungan sistem informasi manajemen yang lebih rumit,
tetapi ada beberapa pandangan diberikan teori tersebut:
·
Informasi mempunyai
nilai kejutan.
·
Informasi mengurangi
keraguan.
·
Adanya infonnasi karena
pilihan.
·
Tidak semua data yang
dikomunikasikan mempunyai nilai infornlasi.
·
Sifat redundan
bennanfaat untuk mengendalikan kesalahan komunikasi.
Model dasar sistem kornunikasi dalarn
teori infonnasi lebih rumit bila manusia
diikutsertakan. Manusia adalah sistem
yang dapat menyesuaikan diri dalam menuju sasaran.
Karena itu lehih sulit diterangkan
daripada sebuah sistem komunikasi perangkat keras.
STRUKTUR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
A. PENGERTIAN STRUKTUR SIM
Struktur adalah susunan
dan hubungan antar komponen bagian yang saling berpengaruh terhadap komponen
lainnya.
Sistem informasi
manajemen adalah proses komunikasi dimana informasi masukan (input) diproses
dan disimpan untuk menghasilkan output yang berupa keputusan tentang perencanaan,
pengoperasian, dan pengawasan.
Sehingga dapat
disimpulkan pengertian struktur sistem informasi manajemen adalah susunan suatu
metode untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu bagi manajemen tentang
lingkungan luar organisasi dan kegiatan operasi di dalam organisasi dengan
tujuan untuk memberikan kemudahan bagi proses manajemen dan menunjang proses
pengambilan keputusan serta memperbaiki proses perencanaan dan pengawasan.
B. KARAKTERISTIK SIM
1.
SIM membantu manajer secara terstruktur pada tingkat operasional dan tingkat kontrol. SIM
dapat digunakan pula sebagai alat untuk perencanaan bagi staf kantor.
2.
SIM didesain untuk memberikan laporan operational
sehari-hari sehingga dapat memberi informasi untuk mengontrol operasi tersebut
dengan lebih baik.
3.
SIM sangat bergantung pada keberadaan data organisasi
secara keseluruhan, serta bergantung pada alur informasi yang dimiliki oleh
organisasi tersebut.
4.
SIM berorientasi pada data-data yang sudah terjadi
atau data-data yang sedang terjadi, bukan data-data yang akan terjadi.
5.
SIM juga berorientasi pada data-data di dalam
organisasi disbanding data-data dari luar organisasi. Oleh karena itu,
informasi yang dibutuhkan oleh SIM adalah informasi yang sudah diketahui
formatnya serta relative stabil.
6.
SIM membutuhkan perencanaan yang sangat matang dan
panjang, sambil memperhitungkan perkembangan organisasi di masa mendatang.
C. PERKEMBANGAN KONSEP SIM
Pada pertengahan tahun
1960-an sebagian besar perusahan besar akhirnya mengatasi kesulitan penerapan
komputer. Pengetahuan tentang komputer
diperusahaan pada waktu itu terbatas pada sejumlah kecil specialis informasi
dan para specialis itu tidak memiliki pengalaman nyata dalam mengarahkan
melalui langkah-langkah dari siklus hidup sistem. Bangkitnya
perusahaan-perusahaan besar pada akhir abad ke-18 menciptakan kebutuhan sebuah
sistem informasi yang lebih besar dan rumit dari pada sistem yang dirancang
untuk perusahaan yang agak kecil yang ada sebelum masa itu. Sistem informasi manajemen
hendaknya terus-menerus diperiksa untuk menjamin sistem tersebut terorientasi
kepada pemakai. Selama penggunaan
sistem baru, pegawai harus mengetahui bahwa beban yang besar diberikan kepada
manajer operasi yang harus memelihara sistem lama untuk memproses pekerjaan
sehari-hari guna membantu peralihan sistem yang lama ke sistem yang baru, serta untuk mengetahui
bagaimana cara menggunakan sistem yang
baru tersebut.
Ada empat bidang pokok
konsep dan pengembangan sistem yaitu:
1. Akuntansi manajerial
2. Ilmu pengetahuan manajemen
3. Teori manajemen
4. Pengolahan komputer
Kemampuan komputer
telah membantu perkembangan
konsep Sistem Informasi Manajemen (SIM) karena perangkat keras dan perangkat lunak telah membuka dimensi baru yang
digunakan dalam konseptualisasi sistem informasi bagi sebuah organisasi.
D. KOMPONEN FISIK SIM
1.
Perangkat Keras
Perangkat keras bagi suatu sistem informasi
manajemen terdiri dari komputer (pusat pengolah, unit masukan/ keluaran, unit
penyimpanan file, dan lain sebagainya).
2.
Perangkat Lunak
Perangkat lunak dapat dibagi menjadi 3 jenis utama:
a.
Sistem perangkat lunak umum
Seperti sistem pengoperasian dan sistem manajemen data yang memungkinkan
pengoperasian sistem komputer.
b.
Aplikasi perangkat lunak umum
Seperti model analis dan keputusan.
c.
Aplikasi perangkat lunak yang terdiri atas program
yang secara spesifik dibuat untuk setiap aplikasi.
3.
Database
File yang berisi program dan data yang dibuktikan dengan adanya media
penyimpanan seperti hard disk agar memudahkan dalam pencarian data.
4.
Prosedur
Merupakan komponen fisik karena prosedur disediakan dalam bentuk fisik
seperti buku panduan dan instruksi.
Ada 3 jenis prosedur yang dibutuhkan, yaitu:
a.
Instruksi untuk pemakai
b.
Instruksi untuk penyiapan masukan
c.
Instruksi pengoperasian untuk karyawan pusat komputer
5.
Personil
Operator komputer,
analisis sistem, programmer,
personil data entry, dan manajer sistem informasi.

0 komentar:
Posting Komentar