"Cinta adalah
semangat, ekspresi, tujuan, dan motivasi"
makna puisi ini menurut gue :
ini adalah salah satu puisi yg menurut gue bagus,puisi ini karya Soe Hok Gie puisi ini menggambarkan tentang pertanyaan dan harapan seseorang akan masa depan cintanya, pengarang berharap masih akan terus merasakan kenangan kenangan dan masa-masa indah yang telah mereka lalui. Namun bersama berlalunya waktu entah apapun yang akan terjadi, dia akan tetap menyimpan kenangan dan harapan tersebut di dalam hatinya. Manusia dan Cinta tak akan pernah bisa dipisahkan. karena cinta merupakan suatu kebutuhan yang akan selalu dicari oleh manusia dalam hidupnya. tanpa cinta manusia akan menjalani hidupnya secara kosong dan tanpa arah dan tujuan. terlihat dari cara bahasa yg dipakainya.oke ini adalah cuplikan puisinya:Sebuah Tanya
“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”
(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)
“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”
(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”
(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)
“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

0 komentar:
Posting Komentar