Selasa, 26 November 2013

70.KENANGAN,KEBERANIAN,DAN ROMANTISISME

Kenangan, Keberanian dan Romantisisme yang Tak Kunjung Selesai

Pernahkah kita terdiam sejenak pada setiap keterasingan?

Merasakan di tengah tengah kita, tentang keadaan yang tak pernah kita inginkan. Sesuatu yang menjauh dari harapan dan bayangan kita. Tentang segala sesuatu yang melesat dan tiba-tiba jatuh, seseorang yang membuat kita bercermin tentang hitam putih masa lalu.

Lalu, adakah yang lebih diam dari keheningan?

Meresapi setiap relung kesunyian, pada kesetiaan dingin batu, pada alam yang berkisah tentang keluh kesah, pada alam yang bercerita.
: tentang keindahan

Kata-kata yang mengalir bersahaja, menyatu, bersama gelisah orang-orang berwajah resah, tentang nasib mereka yang tertindas dan dilumpuhkan kekuasaan, tentang keindahan cinta yang pelan-pelan, dilukiskannya dalam kanvas kesederhanaan. Ada gejolak yang menentangnya, untuk berani tanpa rasa takut, melawan ketidak adilan di sekitarnya, menyuarakan getir, hingga akhir titik nadir.

Dia yang bercerita, tentang anjing-anjing yang lucu, dan nakal. Tentang kekasih yang tak sempat dicintainya, karena maut telanjur memanggilnya. Kabar mengejutkan, datang dari Semeru itu, mengantarmu, selama-lamanya. Sosok yang selamanya, bersemayam, di kesetiaan paling dalam. Ia yang hanya ingin, mungkin, mengatakan, pada kita, di tengah tengah kita;  



…Ada golongan yang tercampak dari kebenaran
Dan berdiri atas nilai kepalsuan
Aku kira, tiada bahagia di sana
Sebab tiada kasih, kebenaran dan keindahan
dalam kepalsuan…
 

0 komentar:

Posting Komentar

 
;