Peri
Tak Bersayap
Aku menggeluti semua keindahan yg mereka inginkan,namunku tak peroleh kebebasan melainkan hanya sebatas semu.
Bagai sinar yg menerangi bumi ku berasal dari singgasana maha rasa yg duduk berselirkan indah dari bilik tirai lengkungan pelangi.
Apaku harus bakar jerami,biar asapnya mengepul dan menyesakkan bumi sambutku pada perumpaan yg ingin membebaskan diri.
Aku melirik kearah hati menatap semua keindahan yg terjerat pada satu hati.
satu hati. . .
Menjeratku dgn penuh arti dan mendekapku dgn semunya bebas yg kuingini.
Lari...ku berlari berteriak tanpa henti tuk ungkap kegelisahan yg trus mencambuki diri hingga membuatku perih walau tercipta sebagai peri.
Tak dapat ku pungkiri walau indah yg engkau beri tapi sampai hitam mengotori hati ini,hati ini yg olehmu tak beri kebebasan layaknya peri yg terbang menebar keindahan dimuka bumi.
Hanyaku. . .
Aku menggeluti semua keindahan yg mereka inginkan,namunku tak peroleh kebebasan melainkan hanya sebatas semu.
Bagai sinar yg menerangi bumi ku berasal dari singgasana maha rasa yg duduk berselirkan indah dari bilik tirai lengkungan pelangi.
Apaku harus bakar jerami,biar asapnya mengepul dan menyesakkan bumi sambutku pada perumpaan yg ingin membebaskan diri.
Aku melirik kearah hati menatap semua keindahan yg terjerat pada satu hati.
satu hati. . .
Menjeratku dgn penuh arti dan mendekapku dgn semunya bebas yg kuingini.
Lari...ku berlari berteriak tanpa henti tuk ungkap kegelisahan yg trus mencambuki diri hingga membuatku perih walau tercipta sebagai peri.
Tak dapat ku pungkiri walau indah yg engkau beri tapi sampai hitam mengotori hati ini,hati ini yg olehmu tak beri kebebasan layaknya peri yg terbang menebar keindahan dimuka bumi.
Hanyaku. . .

0 komentar:
Posting Komentar